Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 17 November 2017 - 20:25
Share/Save/Bookmark
Islam di Indonesia:
Indonesia Membuat 1.000 'Eko-Masjid' pada Tahun 2020
Indonesian Muslims gather in the Baiturrahman mosque in Banda Aceh, Aceh Province, in Indonesia.jpg
 
Indonesian Muslims gather in the Baiturrahman mosque in Banda Aceh, Aceh Province, in Indonesia.jpg
 
IslamTimes - Ibadah di Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, ditetapkan dengan go green dimana sebuah inisiatif baru yang menjadi tujuan pembangunan 1.000 eko masjid pada tahun 2020.
 
Diluncurkan minggu ini oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, inisiatif ini akan membantu masjid menjadi sumber energi terbaru, mengelola kebutuhan air dan makanan mereka secara berkelanjutan, mengurangi dan mendaur ulang limbah dan memberikan pendidikan lingkungan.

Proyek ini akan melihat badan ulama Muslim bekerja dengan sektor swasta, kementerian kesehatan dan perencanaan pemerintah, universitas, dan kelompok agama lainnya dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat di seluruh negeri.

Indonesia, dengan 250 juta orang, memiliki catatan lingkungan campuran.

Nusantara adalah eksportir batubara termal dan produsen kelapa sawit dunia, yang telah menyebabkan pembukaan dan pengembangan lahan hutan dan tekanan internasional yang intens untuk membatasi penggundulan hutan.

Banyak provinsi pedesaan dan termiskin di Indonesia menderita kekeringan reguler akibat perubahan iklim, sementara pendidikan anak-anak sering terhambat oleh kurangnya pasokan listrik reguler.

Hening Parlan, koordinator pengelolaan lingkungan dan penanggulangan bencana di Aisyiyah, sayap perempuan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, mengatakan gagasan tentang masjid ramah berawal dari pertanyaan bagaimana membuat masjid menjadi pusat bagi lingkungan dan pendidikan di dalam sebuah komunitas.[IT/r]
 
Kode: 683969