Iran Berminat Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Kelistrikan RIPemerintah Ngebut Rampungkan Pembangunan Jalan Trans Papua-Papua BaratMasalah Freeport Bagaikan Buah SimalakamaAvigdor Lieberman Berharap Warga Gaza Gulingkan HamasHizbullah Ancam Israel untuk Bongkar Reaktor Nuklir DimanoDonald Trump Tolak Negara PalestinaWartawan ABC Farid M. Ibrahim: Jika ISIS Hancur, Pengikut Asal Indonesia akan MenyebarBom Bunuh Diri ISIS di Masjid Sufi di Pakistan Tewaskan Puluhan OrangLibya Minta Bantuan Pelatihan Militer dari NATO untuk Berantas TerorismeIran Kecam Ledakan Bom ISIS di Baghdad yang Tewaskan 51 Warga
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 6 August 2014 - 15:10
Share/Save/Bookmark
Gerakan ISIS
Wayne Madsen: Direktur CIA Pendukung ISIS
John O. Brennan, CIA Director.jpg
 
John O. Brennan, CIA Director.jpg
 
Islam Times - "Direktur CIA saudophile mutlak. Ia sangat mencintai Arab Saudi. Dan saya percaya, ia diam-diam mendukung ISIS," kata Madsen pada Press TV dalam wawancara hari Selasa (5/8/14).
 

Penulis Amerika Wayne Madsen mengatakan, Direktur CIA, John O. Brennan adalah saudophile dan diam-diam mendukung kelompok teroris ISIS.

"Direktur CIA saudophile mutlak. Ia sangat mencintai Arab Saudi. Dan saya percaya, ia diam-diam mendukung ISIS," kata Madsen pada Press TV dalam wawancara hari Selasa (5/8/14).

"Tapi pemerintahan Obama memiliki masalah besar karena ini [ISIS] adalah rakasa Frankenstein," kata Madsen, wartawan investigasi, penulis dan kolumnis khusus di bidang intelejen dan hubungan internasional.

Madsen menyatakan hal itu saat diminta pendapatnya tentang tawaran dukungan udara AS pada warga Kurdi di utara Irak untuk melawan ISIS.

Surat kabar Kurdi Rudaw sebelumnya melaporkan, seorang pejabat tinggi AS mengatakan bahwa Washington telah "menawarkan dukungan udara dalam perjuangan Kurdi melawan kelompok teroris.”

Madsen berpendapat, tawaran AS itu menunjukkan bahwa Washington tidak memiliki kebijakan yang konsisten dengan Timur Tengah.

"Ini menunjukkan inkonsistensi kebijakan AS di Timur Tengah. Amerika memberi bantuan senjata dan melatih orang-orang yang sama, yang sekarang telah merebut kendali bendungan di Sungai Efrat, membunuh Yazidi dan Kristen, membom tempat ibadah, maqam kuno, tempat suci Alkitab di Irak, tempat suci Islam di Irak utara," katanya.

Ia melanjutkan, alasan lain kenapa AS memilih mendukung Kurdi karena mereka memiliki lobi kuat di Washington.

"Lobi pemerintah Kurdi di Washington besar, meski tidak sekuat Israel, tetapi berpengaruh sampai batas tertentu. Dan lobi Kurdi mungkin tengah menekan pemerintahan Obama untuk melakukan sesuatu karena pasukan [Kurdi] Peshmerga telah kehilangan beberapa kota di Irak utara..." katanya.[IT/r]
 
Kode: 403324