Undangan Menulis Makalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pecinta Ahli Bait (as) dan Masalah TakfiriPrabowo Subianto Blunder, Sebut Pengiriman Bantuan ke Rohingya adalah PencitraanZarif: Tehran Siap Bekerjasama dengan Riyadh untuk Atasi Masalah MusliminMantan Pejabat Keamanan Israel: Assad Sebagai Pemenang di SuriahDari Pencaplokan Sampai Kekalahan Demi Kekalahan ISIS di Suriah dan IrakFilipina Gandeng Kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF) Perangi ISIS di MarawiUpdate: Tentara Suriah Lancarkan Operasi Besar di Barat Laut Deir EzzorPutin: Situasi di Suriah Berubah, Tapi Teroris Masih EksisPBB: Konsekuensi Tindakan Militer Atas Korut Terlalu MengerikanIran Ucapkan Selamat atas Kemenangan Tentara Suriah di Deir Ez-Zoor
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 6 August 2014 - 15:10
Share/Save/Bookmark
Gerakan ISIS
Wayne Madsen: Direktur CIA Pendukung ISIS
John O. Brennan, CIA Director.jpg
 
John O. Brennan, CIA Director.jpg
 
Islam Times - "Direktur CIA saudophile mutlak. Ia sangat mencintai Arab Saudi. Dan saya percaya, ia diam-diam mendukung ISIS," kata Madsen pada Press TV dalam wawancara hari Selasa (5/8/14).
 

Penulis Amerika Wayne Madsen mengatakan, Direktur CIA, John O. Brennan adalah saudophile dan diam-diam mendukung kelompok teroris ISIS.

"Direktur CIA saudophile mutlak. Ia sangat mencintai Arab Saudi. Dan saya percaya, ia diam-diam mendukung ISIS," kata Madsen pada Press TV dalam wawancara hari Selasa (5/8/14).

"Tapi pemerintahan Obama memiliki masalah besar karena ini [ISIS] adalah rakasa Frankenstein," kata Madsen, wartawan investigasi, penulis dan kolumnis khusus di bidang intelejen dan hubungan internasional.

Madsen menyatakan hal itu saat diminta pendapatnya tentang tawaran dukungan udara AS pada warga Kurdi di utara Irak untuk melawan ISIS.

Surat kabar Kurdi Rudaw sebelumnya melaporkan, seorang pejabat tinggi AS mengatakan bahwa Washington telah "menawarkan dukungan udara dalam perjuangan Kurdi melawan kelompok teroris.”

Madsen berpendapat, tawaran AS itu menunjukkan bahwa Washington tidak memiliki kebijakan yang konsisten dengan Timur Tengah.

"Ini menunjukkan inkonsistensi kebijakan AS di Timur Tengah. Amerika memberi bantuan senjata dan melatih orang-orang yang sama, yang sekarang telah merebut kendali bendungan di Sungai Efrat, membunuh Yazidi dan Kristen, membom tempat ibadah, maqam kuno, tempat suci Alkitab di Irak, tempat suci Islam di Irak utara," katanya.

Ia melanjutkan, alasan lain kenapa AS memilih mendukung Kurdi karena mereka memiliki lobi kuat di Washington.

"Lobi pemerintah Kurdi di Washington besar, meski tidak sekuat Israel, tetapi berpengaruh sampai batas tertentu. Dan lobi Kurdi mungkin tengah menekan pemerintahan Obama untuk melakukan sesuatu karena pasukan [Kurdi] Peshmerga telah kehilangan beberapa kota di Irak utara..." katanya.[IT/r]
 
Kode: 403324