Tentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari SpanyolSerangan Bom Kelompok Al-Shabaab Tewaskan Tiga Orang di SomaliaDua Tewas dalam Aksi Barbar di Kampus Louisiana, AS
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Tuesday 6 January 2015 - 00:48
Share/Save/Bookmark
YNet: Ribuan Pejuang Sunni akan Bergabung dengan Hizbullah
Sayyid Hassan Nasrallah
 
Sayyid Hassan Nasrallah
 
Islam Times- "Respon Hizbullah terhadap Israel terkait perselisihan muslim Sunni-Syiah adalah ini: Perlawanan tengah mempersiapkan perang mendatang dengan Israel, dan ribuan saudara Sunni kita di Libanon akan bersama jajaran pejuang Perlawanan," kata kepala Dewan Eksekutif Hizbullah Sheikh Nabil Qaouk yang dikutip oleh Daily Star dalam acara yang digelar Hizbullah di Sidon.
 
Laporan terbaru koran Libanon mengutip situs Israel YNet pada Senin, 05/01/15, mengungkap pernyataan pejabat tinggi Hizbullah yang menyebut bahwa kelompok Perlawanan akan bersama dengan 'ribuan' pejuang Sunni dalam perang mendatang melawan Israel.

Salah satu pejabat tinggi kelompok Hizbullah mengatakan, meskipun terjadi perpecahan antara mulim Syiah dan Sunni, namun ribuan pejuang Sunni akan bergabung dengan Hizbullah dalam perang berikutnya melawan Israel, demikian menukil Koran Libanon, Daily Star.

"Respon Hizbullah terhadap Israel terkait perselisihan muslim Sunni-Syiah adalah ini: Perlawanan tengah mempersiapkan perang mendatang dengan Israel, dan ribuan saudara Sunni kita di Libanon akan bersama jajaran pejuang Perlawanan," kata kepala Dewan Eksekutif Hizbullah Sheikh Nabil Qaouk yang dikutip oleh Daily Star dalam acara yang digelar Hizbullah di Sidon.

Qaouk dalam laporan itu menegaskan, Israel selama ini mendukung kelompok pemberontak Takfiri dan mengeksploitasi konflik Suriah untuk melemahkan perlawanan.

Menurut Qaouk, kelompok Takfiri bermain dalam "proyek" Israel dan dengan demikian menimbulkan ancaman bagi kedua sekte Islam. "Takfiri sama sekali tidak mewakili Sunni, tetapi mereka berada di tempat musuh Sunni dan Syiah," katanya.

Dia lebih jauh memperingatkan aksi kelompok Takfiri ISIS dan mengatakan kelompok Khawarij modern ini mungkin akan menggunakan semua teror untuk menargetkan Libanon dengan harapan memperpanjang "Khalifah" mereka.[IT/Onh/Ass]
 
Kode: 430583
 
 
1


Indonesia
1393-10-17 14:33:45
salawat!!! (594542)