Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 17 February 2017 - 15:04
Share/Save/Bookmark
Libya Minta Bantuan Pelatihan Militer dari NATO untuk Berantas Terorisme
Libya dan NATO
 
Libya dan NATO
 
Islam Times - Dalam pembicaraan dengan Sarraj sebelumnya pada bulan ini di Brussel, Stoltenberg menawarkan bantuan kepada Tripoli untuk membangun Angkatan Laut dan Penjaga Pantai negara tersebut, sejalan dengan upaya Uni Eropa (UE) untuk memberantas penyelundupan imigran dari negara Afrika Utara tersebut ke Eropa.
 
Pemerintah Libya mengajukan permohonan resmi kepada NATO pelatihan militer untuk meningkatkan keamanan dan pertahanan negara tersebut, demikian menurut keterangan aliansi pertahanan (NATO) pada Kamis, 16/02/17.

Dalam keterangan dalam KTT di Warsawa tahu lalu, NATO sepakat untuk memberikan bantuan, jika diminta, kepada pemerintah persatuan nasional Libya guna mengatasi arus masuk imigran ke Eropa dan memberantas terorisme.

"Kemarin malam, saya menerima permohonan resmi dari Perdana Menteri Libya Fayez al Sarraj untuk meminta saran dan keahlian NATO dalam bidang pembangunan institusi pertahanan dan keamanan," jelas Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam konferensi pers di Brussel.

NATO yang beranggotakan 28 negara tersebut sedang menggelar KTT menteri pertahanan dan akan membahas permohonan tersebut, ujar Stoltenberg.

Dalam pembicaraan dengan Sarraj sebelumnya pada bulan ini di Brussel, Stoltenberg menawarkan bantuan kepada Tripoli untuk membangun Angkatan Laut dan Penjaga Pantai negara tersebut, sejalan dengan upaya Uni Eropa (UE) untuk memberantas penyelundupan imigran dari negara Afrika Utara tersebut ke Eropa.

Stoltenberg juga mengatakan NATO dapat memberikan saran kepada pemerintah Libya guna mendirikan Kementerian Pertahanan yang modern, staf militer gabungan dan dinas keamanan dan intelijen di bawah kendali pemerintah sipil, demikian dikutip dari Reuters. [IT/Onh/RTR]

 
Kode: 610359