Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 1 September 2017 - 19:12
Share/Save/Bookmark
Mahkamah Agung Kenya Putuskan Pemilu Presiden Harus Diulang
Pemilu di Kenya (brookings)
 
Pemilu di Kenya (brookings)
 
Islam Times - Maraga mengatakan, keputusan MA ini didapat berdasarkan suara mayoritas, di mana ada dua hakim yang berbeda pendapat. Keputusan ini tergolong mengejutkan dan menjadi preseden langka.
 
Mahkamah Agung Kenya, Jumat (1/9/2017), menyatakan hasil pemilihan umum presiden yang digelar bulan lalu tidak sah. Hasil dalam pesta demokrasi itu pun dinyatakan tidak berlaku, dan memerintahkan digelarnya pemilihan umum ulang dalam waktu 60 hari ke depan.

"Pemilihan presiden yang diadakan pada 8 Agustus lalu tidak dilakukan sesuai dengan konstitusi." Demikian dikatakan Hakim Agung David Maraga, di Nairobi, seperti dikutip kantor berita AFP.

Maraga memutuskan hal itu sejalan dengan sikap kubu oposisi yang menentang deklarasi Presiden Uhuru Kenyatta sebagai pemenang dalam pemilu tersebut.

Maraga mengatakan, keputusan MA ini didapat berdasarkan suara mayoritas, di mana ada dua hakim yang berbeda pendapat.  Keputusan ini tergolong mengejutkan dan menjadi preseden langka.

Maraga mengatakan, komisi pemilihan umum Kenya (IEBC) gagal, dan tidak menggelar pemilihan umum presiden dengan cara yang sesuai perintah konstitusi.

Pernyataan ini sekaligus menguatkan argumentasi pemimpin kelompok oposisi Raila Odinga. Odinga sebelumnya mengatakan, terjadi penyimpangan dan ilegalitas, terutama dalam transmisi hasil pemilihan.

Maraga mengatakan kondisi semacam ini membahayakan integritas bagi keseluruhan proses pemilihan presiden. [IT/Kompas]
 
Kode: 665947