Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 19 November 2017 - 19:52
Share/Save/Bookmark
Saudi Arabia, Zionis Israel vs Iran:
‘Israel’ Meminta Negara-negara Arab untuk Berteman dengan Israel, Bekerja Sama Melawan Iran
Benjamin Netanyahu . Israeli Prime Minister.jpg
 
Benjamin Netanyahu . Israeli Prime Minister.jpg
 
IslamTimes - Menteri militer Zionis Israel telah menjalin hubungan lebih konpleks ke negara-negara Arab, meminta mereka untuk membentuk aliansi melawan Iran.
 
Avigdor Lieberman menulis di halaman Facebook-nya pada hari Sabtu bahwa wilayah Timur Tengah sekarang membutuhkan sebuah koalisi anti-Iran.

Dia juga memuji mantan Presiden Mesir Anwar Sadat sebagai "pemimpin pemberani yang berdiri melawan arus," mendesak para pemimpin Arab untuk mengikuti jejaknya untuk mengunjungi Yerusalem al-Quds dan menandatangani kesepakatan damai dengan Zionis Israel.

"40 tahun setelah kunjungan bersejarah Sadat ke Zionis Israel, saya memanggil para pemimpin di wilayah tersebut untuk mengikuti jalan Presiden Sadat, datang ke Yerusalem (al-Quds) dan membuka sebuah babak baru, tidak hanya dalam hubungan Israel dengan dunia Arab, tapi untuk seluruh wilayah, "tulis Lieberman.

Pada bulan November 1977, Sadat menjadi pemimpin Arab pertama yang mengunjungi wilayah-wilayah pendudukan, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, dan berbicara di hadapan parlemen, yang dikenal sebagai Knesset, yang memicu kemarahan di dunia Muslim.

Pada bulan September 1978, kedua pejabat tersebut menandatangani Kesepakatan Camp David setelah dua belas hari perundingan rahasia. Pada bulan Maret 1979, Mesir dan Israel akhirnya mengakhiri sebuah perjanjian damai formal di Washington.

"Timur Tengah saat ini membutuhkan, lebih dari apa pun, sebuah koalisi negara moderat melawan Iran. Koalisi melawan [teroris] Daesh telah menyelesaikan pekerjaannya, setelah Daesh, Iran, "kata Lieberman.

Rezim Tel Aviv telah dituduh berkolusi dengan kelompok teroris, seperti Daesh, yang saat ini kalah dalam melawan tentara Suriah.[IT/r]
 
Kode: 684392