Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Thursday 28 December 2017 - 12:01
Share/Save/Bookmark
Gejolak Bahrain:
25 Kelompok Bahrain Menyerukan Penuntutan Delegasi 'Mencurigakan' ke Israel
Protest rally against the Israeli regime in Bahrain.jpg
 
Protest rally against the Israeli regime in Bahrain.jpg
 
IslamTimes - Lebih dari dua lusin organisasi Bahrain telah meminta agar delegasi "mencurigakan" yang telah mengunjungi Zionis Israel segera ditutut.
 
Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Rabu, 25 organisasi masyarakat politik dan sipil menuntut agar anggota delegasi dituntut karena melanggar konsensus nasional Bahrain, yang menolak normalisasi dengan rezim Tel Aviv.

Kelompok tersebut melanjutkan untuk menegaskan penolakan mereka terhadap normalisasi hubungan dengan Israel, sambil meminta semua negara Arab untuk mengikutinya.

"Isu Palestina adalah isu utama negara-negara Arab dan Islam dan Yerusalem al-Quds adalah ibukota abadi Palestina ... Pendudukan itu menindas dan harus dilawan. Amerika Serikat berdiri disebelah penjajah melawan rakyat Palestina dan tidak lagi menjadi mediator proses perdamaian, " tambahnya.

Awal bulan ini, delegasi Bahrain tersebut mengunjungi Zionis Israel di tengah berbagai kontroversi mengenai keputusan AS yang mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Zionis Israel.

Bahrain tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Zionis Israel. Namun, sejumlah turis dan pengusaha Zionis Israel telah mengunjungi pulau Teluk Persia berpenduduk 1,4 juta orang itu dalam beberapa tahun terakhir.[IT/r]
 
Kode: 693037