Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 13 January 2018 - 02:38
Share/Save/Bookmark
Turki Pasca Kudeta:
Turki Mengembalikan Lebih dari 1.800 Pegawai Negeri setelah Pembersihan Pasca-Kudeta
Turki setelah kudeta.jpg
 
Turki setelah kudeta.jpg
 
IslamTimes - Otoritas Turki pada hari Jumat (12/1) mengembalikan lebih dari 1.800 pegawai negeri sipil dalam sebuah keputusan darurat setelah menemukan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan sebuah kelompok yang dituduh terlibat dalam kudeta yang gagal 2016.
 
Karyawan sektor publik dipecat setelah dituduh mendownload aplikasi pesan terenkripsi yang dikenal sebagai ByLock, yang menurut pihak berwenang digunakan oleh gerakan ulama yang berbasis di AS Fethullah Gulen yang disalahkan atas usaha kudeta.

Namun akhir tahun lalu, pihak berwenang mengatakan bahwa aplikasi tersebut telah tanpa sengaja diunduh oleh ribuan orang.

Gulen membantah tuduhan Turki dan menegaskan bahwa kelompoknya adalah gerakan yang damai.

Sebanyak 1.823 pegawai negeri akan kembali bekerja, termasuk 544 personel dari kementerian pendidikan dan 204 staf kementerian kesehatan.
Keputusan tersebut juga mengatakan 458 personil dari kepolisian dapat kembali ke pekerjaan mereka.

Setelah gagal menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki memberlakukan keadaan darurat yang telah diperbaharui lima kali dan kemungkinan akan diperpanjang lagi bulan ini.

Dengan menggunakan keputusan darurat, lebih dari 140.000 pekerja publik telah dipecat atau ditangguhkan termasuk guru, hakim, polisi dan akademisi sejak Juli 2016.

Lebih dari 50.000 orang telah ditangkap, termasuk banyak yang diduga memiliki kaitan dengan Gulen karena mereka diduga mendownload ByLock.

Bulan lalu jaksa wilayah Ankara mengatakan bahwa 11.480 orang diarahkan ke aplikasi ByLock tanpa menyadari atau memberi izin.

Namun dalam keputusan hari Jumat (12/1), 262 orang termasuk 48 personil militer dipecat, kantor berita pemerintah Anadolu mengatakan, sementara dua organisasi ditutup.

Karyawan harus kembali bekerja dalam waktu 10 hari dan akan menerima upah mereka selama masa kerjanya namun tidak dapat mengajukan kompensasi.[IT/r]
 
Kode: 696657