Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 13 January 2018 - 03:41
Share/Save/Bookmark
AS dan Kesepakatan Nuklir Iran-P5+1:
Gedung Putih: Trump Membebaskan Sanksi Nuklir Iran, Namun untuk Terakhir Kalinya
Donald Trump - US President.jpg
 
Donald Trump - US President.jpg
 
IslamTimes - Presiden AS Donald Trump telah dengan enggan menyetujui untuk tidak menjatuhkan kembali sanksi nuklir kepada Iran, namun ini akan menjadi yang terakhir kalinya dia mengeluarkan pencabutan (sanksi) semacam itu, menurut Gedung Putih.
 
Trump ingin sekutu Eropanya untuk menggunakan periode 120 hari sebelum pencabutan sanksi  kembali muncul agar menyetujui kembali langkah-langkah yang lebih ketat, kata pejabat senior Gedung Putih, Jumat (12/1).

Kongres AS mengharuskan presiden untuk secara berkala mengesahkan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan tersebut dan mengeluarkan izin agar sanksi Amerika tetap ditangguhkan.

Sementara Trump menyetujui pencabutan sanksi, Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa mereka telah menjatuhkan sanksi kepada 14 individu dan perusahaan Iran, termasuk Kepala Kehakiman Agung Iran Ayatollah Sadeq Amoli Larijani.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan Trump secara pribadi telah menyatakan kesal karena harus sekali lagi melepaskan sanksi.

Trump berpendapat di balik layar bahwa dia melihat Iran sebagai ancaman yang meningkat di Timur Tengah dan kesepakatan nuklir membuat Amerika Serikat terlihat lemah, kata seorang pejabat senior AS.

Presiden dari partai Republik itu secara pribadi telah menyatakan keengganannya untuk memperhatikan saran dari para penasihat utama - Menlu Rex Tillerson, Menteri Pertahanan James Mattis dan Penasihat Keamanan Nasional H.R. McMaster - merekomendasikan agar dia tidak menjatuhkan kembali sanksi yang ditangguhkan.[IT/r]
 
Kode: 696662