Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 13 January 2018 - 17:06
Share/Save/Bookmark
AS dan Kesepakatan Nuklir Iran-P5+1:
Menlu: Iran Tidak Akan Berkomitmen pada Apapun Diluar Kesepakatan Nuklir
Mohammad Javad Zarif, Iranian Foreign Minsiter.jpg
 
Mohammad Javad Zarif, Iranian Foreign Minsiter.jpg
 
IslamTimes - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengumumkan bahwa negara Iran tidak akan melakukan kewajiban di luar kesepakatan yang telah disepakati di bawah kesepakatan nuklir internasional, dengan mengatakan keputusan Presiden AS Donald Trump tentang kesepakatan tersebut telah merusak kesepakatan multilateral yang solid itu.
 
Menyebut tindakan Trump sebagai pelanggaran terhadap Rencana Komprehensif Aksi Bersama, Javad Zarif mengatakan bahwa Rencana Komprehensif Aksi Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action - JCPOA) sama sekali tidak dapat dinegosiasikan kembali dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu (13/1).

"Soliditas internal dan dukungan internasional untuk kesepakatan tersebut telah menghalangi upaya Mr. Trump, rezim Zionis [Israel], dan aliansi garis keras penghasut perseteruan untuk mengakhiri kesepakatan ini atau membuat perubahan terhadapnya," kata kementerian tersebut .

Pada hari Jumat (12/1), Trump memperpanjang keringanan sanksi ekonomi terhadap Iran selama 120 hari lagi namun mengatakan bahwa dia melakukannya "untuk yang terakhir kalinya."

Meskipun presiden AS menolak akan menarik diri dari kesepakatan Iran - yang telah lama dicoretnya dan sebelumnya berjanji untuk "merobeknya" - dia memberikan tenggat waktu empat bulan kepada Kongres AS dan sekutu utama Eropa untuk menangani apa yang dia disebut " bencana kekurangan " dari kesepakatan tersebut.[IT/r]
 
Kode: 696732