Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 13 January 2018 - 18:33
Share/Save/Bookmark
AS dan Saudi Arabia:
Tentara AS Menunjuk Sikorsky untuk Memasok 17 Helikopter Black Hawk ke Saudi
US UH-60 Black Hawk helicopter.jpg
 
US UH-60 Black Hawk helicopter.jpg
 
IslamTimes - Angkatan Darat AS telah memberikan ‘penghargaan’ pada Sikorsky, produsen pesawat terbang Amerika terkemuka yang berbasis di Connecticut, sebuah kontrak senilai hampir $ 200 juta untuk memasok 17 helikopter Black Hawk ke Arab Saudi.
 
Ketentuan kesepakatan "harga tetap-perusahaan" antara Sikorsky Aircraft Corporation, perusahaan Lockheed Martin, dan tentara diumumkan Kamis (11/1) oleh Departemen Pertahanan.

Arab Saudi diperkirakan akan menerima delapan UH-60M untuk Garda Nasional kerajaan tersebut, sementara sembilan helikopter lainnya akan diberikan kepada pasukan keamanan khusus Kerajaan.

Black Hawk UH-60M, sebuah helikopter berbaling baling medium-lift, telah digunakan oleh pasukan militer di seluruh dunia sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1979.

Ini memiliki kemampuan multi misi dan dapat digunakan dalam pencarian dan penyelamatan tempur, serangan udara, komando dan kontrol, evakuasi medis, pencarian dan penyelamatan, bantuan bencana dan pemadaman kebakaran.

Sikorsky akan mulai bekerja di bawah kesepakatan $ 193,8 juta untuk memproduksi helikopter dengan perkiraan akan selesai pada akhir 2022.

Kesepakatan tersebut terjadi saat AS berada dalam tekanan untuk menunda penjualan senjata ke rezim Saudi, yang telah melakukan serangan militer mematikan terhadap Yaman sejak tahun 2015.

Sedikitnya 13.600 orang telah terbunuh sejak dimulainya perang.

Selama perjalanan pertamanya ke Arab Saudi tahun lalu, Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan senjata senilai $ 110 miliar dengan Saudi, dengan opsi untuk penjualan hingga $ 350 miliar lebih dari satu dekade.[IT/r]
 
Kode: 696761