Pilpres Mesir, Sisi Menang dengan Meraup 92 Persen SuaraKemitraan Trans-Pasifik (TPP) Versus Islam adalah SolusiKonvoi Tentara Turki Dikerahkan ke Jisr al-ShughourHakim AS: Arab Saudi Bisa Diadili Atas Serangan 11 SeptemberRusia Gagalkan Puluhan Pelaku Pembom Bunuh Diri TakfiriMega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih Berlanjut
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Sunday 14 January 2018 - 13:16
Share/Save/Bookmark
Saudi Arabia dan Gejolak Politik di Iran:
Aljazeera: Investasi Saudi untuk Konflik Iran-Arab Gagal
King Salmanand his son Crown Mohammed bin Salman.jpg
 
King Salmanand his son Crown Mohammed bin Salman.jpg
 
IslamTimes - Langkah-langkah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir semuanya menguntungkan Iran, kata saluran berita Aljazeera yang berbasis di Qatar, menambahkan bahwa investasi Riyadh untuk mengaduk konfrontasi Ian-Arab telah gagal.
 
"Siapa pun yang mempelajari catatan pemerintah Saudi dari tahun 1932 sampai 2018, dia akan menyimpulkan bahwa salah satu dari empat pivot utama pemerintah telah berfokus pada konflik dengan tetangga besar Timur (Iran)," saluran berita berbahasa Arab yang berbasis di Qatar menulis di situsnya pada hari Sabtu (13/1).

Ini merujuk pada dukungan Arab Saudi untuk perang mantan perdana menteri Irak Saddam melawan Iran (1980-1988) dan upaya Riyadh untuk menyoroti perbedaan antara kaum Syiah dan Sunni, dan menekankan sebagian besar manfaat telah diperoleh Iran di wilayah tersebut karena kesalahan yang sama yang dilakukan oleh Raja Abdullah.

"Oleh karena itu, banyak faktor dan paradoks telah menyebabkan investasi Arab Saudi terhadap konflik Iran-Arab gagal dan pengamat naif tidak tahu bahwa investasi ini akan segera berakhir," tambah Aljazeera.

Dalam pidato yang relevan pekan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menggarisbawahi bahwa rezim Saudi dan kelompok teroris ISIL mengikuti plot anti-Iran Presiden AS Donald Trump.

"Kawan eternal KSA dan ISIS, mengikuti jejak Trump, semua mendukung kekerasan, kematian dan kehancuran di Iran.Mengapa kami harus terkejut," tulis Zarif di akun Twitter-nya.

Tweet Zarif datang berjam-jam sebelum pertemuan di Dewan Keamanan PBB yang diadakan atas permintaan AS atas keresahan terakhir Iran.[IT/r]
 
Kode: 696923