Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 17 January 2018 - 11:42
Share/Save/Bookmark
Inggris dan Invasi Saudi di Yaman:
Kelompok HAM Minta May Membatalkan Kunjungan Pangeran Saudi ke Inggris
Theresa May, UK Prime Minister with Saudi Arabia
 
Theresa May, UK Prime Minister with Saudi Arabia's Crown Prince Mohammed bin Salman.jpg
 
IslamTimes - Sebuah koalisi kelompok hak asasi manusia telah meminta Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk menarik undangan yang diberikan kepada Pangeran Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk mengunjungi Inggris.
 
Koalisi tersebut, termasuk Campaign Against Arms Trade (CAAT) dan Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia di Inggris (AOHR UK), mengirim sebuah surat pada hari Senin (15/1) ke perdana menteri yang mengatakan bahwa kunjungan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan Inggris, atau kepentingan orang-orang yang menderita dari Pangeran Putra Mahkota itu.

"Rezim Saudi ... memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia. Penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan pelanggaran mengerikan lainnya didokumentasikan secara luas, "kata surat tersebut.

"Ini membuat kita takut sebagai negara yang mendukung dan berasosiasi dengan seorang diktator brutal yang menggunakan kelaparan sebagai senjata, dan telah memungkinkan epidemi kolera terbesar dalam sejarah berkembang di Yaman," tambahnya.

May telah mengundang putra mahkota dan Raja Saudi Salman pada bulan Desember untuk mengunjungi Inggris pada tahun 2018 di tengah kecaman internasional atas kejahatan perang Riyadh yang sedang berlangsung di Yaman.

Inggris adalah pendukung utama perang Saudi di Yaman. Pemerintah May berada di bawah kecaman di dalam dan di luar negeri karena menolak menangguhkan penjualan senjata Inggris ke Arab Saudi di tengah perang yang sedang berlangsung di Yaman.[IT/r]
 
Kode: 697653