Mega Skandal Menjerat Benjamin NetanyahuMalaysia Tangkap 11 Orang Diduga Terkait ISISKrisis Maladewa, 11 Kapal Perang China Masuki Samudera HindiaGawat, Indonesia Diserbu Berton-ton NarkobaOperasi Pemindahan Jenazah Korban Pesawat Jatuh Masih BerlanjutJet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan Lumpuh
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Wednesday 17 January 2018 - 16:59
Share/Save/Bookmark
AS, Turki dan Gejolak Suriah:
Menlu Turki: Rencana Operasi Militer di Suriah Bisa Berkembang di Luar Afrin
Tank Turki, menyerang Suriah.jpg
 
Tank Turki, menyerang Suriah.jpg
 
IslamTimes - Turki mengatakan operasi militer yang direncanakan untuk diluncurkan terhadap militan Kurdi yang didukung AS di kota Afrin, Suriah barat laut, dapat berkembang ke kota Manbij di dekatnya.
 
"Tindakan pencegahan Turki terhadap YPG / PKK tidak bisa dibatasi hanya untuk Afrin. Ada juga Manbij dan timur Sungai Efrat," Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan di Vancouver Kanada pada hari Selasa (16/1).

Dia merujuk pada Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang dipandang Ankara sebagai organisasi teror dan cabang Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang dilarang.

Pada hari Minggu (14/1), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Turki akan melancarkan serangan terhadap Afrin, yang dikendalikan oleh YPG, "dalam beberapa hari mendatang" dalam upaya untuk "membersihkan teroris" dari perbatasan selatan negaranya.

Pengumuman tersebut disampaikan setelah AS mengatakan akan bekerja, bersamaan dengan koalisi sekutu-sekutunya yang konon melawan kelompok teroris Daesh, dengan militan dari Pasukan Demokratik Demokratik (YFG) yang didukung AS untuk membentuk 30.000 pasukan baru untuk "Keamanan perbatasan".

Pasukan tersebut akan beroperasi di sepanjang perbatasan Turki dengan Irak dan di sepanjang Sungai Efrat Suriah.

Di tempat lain dalam komentarnya, Cavusoglu memperingatkan bahwa prakarsa AS untuk membentuk sebuah pasukan militan di dekat perbatasan Suriah dengan Turki "secara ireversibel merugikan" hubungan antara kedua sekutu NATO, yang telah mengalami ketegangan dalam berbagai isu, termasuk dukungan Washington untuk militan Kurdi yang beroperasi di depan pintu Turki.

"AS sebelumnya telah menyatakan bahwa PYD / PKK bukanlah mitra strategis mereka, [bahwa] sebenarnya, mereka hanya bekerja sama untuk mengalahkan Daesh," katanya, meminta Washington untuk memenuhi janjinya dan mengambil kembali senjata yang diberikan kepada militan Kurdi itu.

Erdogan mendesak NATO untuk mengambil sikap

Selain itu pada hari Selasa (16/1), Erdogan meminta North Treaty Organization (NATO) untuk mengambil sikap terhadap AS mengenai rencana pasukan perbatasan Suriah.

"Hei NATO! Anda berkewajiban untuk bersikap menentang orang-orang yang melecehkan dan melanggar batas-batas anggota Anda, "katanya saat berbicara dengan deputi partai berkuasa di Ankara.

Turki telah mengirimkan sebuah konvoi lebih dari 40 kendaraan militer dan tank ke wilayah selatan negara itu di sepanjang perbatasan Suriah.[IT/r]
 
Kode: 697754