Jet Rusia Bombardir Bandara Idlib yang Dikunjungi Tentara TurkiFSA Dukungan Turki Kuasai Wilayah dari YPGKomandan Tinggi Hay'at Tahrir al-Sham TewasDiduga Salinan Drone RQ-170 Milik Iran Ditangkap oleh IsraelIntelijen Irak: al-Baghdadi Terluka parah dan LumpuhImam Ali Khamenei: Muslim Sunni dan Syiah Bersatu Melawan MusuhAyatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari Peshmerga
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Friday 19 January 2018 - 10:45
Share/Save/Bookmark
Invasi Saudi di Yaman:
HRW Mendesak PBB Menjatuhkan Sanksi terhadap Putra Mahkota Saudi atas Perang Yaman
Mohammed bin Salman, Saudi Crown Prince and Defense Minister.jpg
 
Mohammed bin Salman, Saudi Crown Prince and Defense Minister.jpg
 
IslamTimes - Human Rights Watch (HRW) telah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjatuhkan sanksi kepada para pemimpin militer Arab Saudi, termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan, mengenai kekejaman yang dilakukan dalam perang di Yaman.
 
Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di New York mengatakan dalam Laporan Dunia 2018 pada hari Kamis (18/1) bahwa Arab Saudi, yang telah melancarkan serangan militer di Yaman sejak Maret 2015, telah berulang kali menyerang daerah-daerah penduduk miskin di negara tersebut.

Kerajaan itu menambahkan, telah memperdalam krisis kemanusiaan di Yaman dengan memberlakukan blokade, menghancurkan infrastruktur dan membatasi akses pekerja kemanusiaan ke negara yang dilanda konflik.

Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah HRW, mencela kejahatan perang yang dilakukan di Yaman selama hampir tiga tahun terakhir, mencatat, "Sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap para pemimpin Houthi harus diperluas ke pemimpin militer koalisi pimpinan Saudi, termasuk Menteri Pertahanan Saudi Mohammed bin Salman, atas peran mereka dalam menghalangi bantuan dan pelanggaran lainnya. "

HRW menuduh Arab Saudi dan sekutu-sekutunya menggunakan senjata dan munisi tandan yang dipasok Barat dalam serangan udara "tanpa pandang bulu dan tidak proporsional" mereka di Yaman yang telah membunuh ribuan warga sipil.

Kelompok hak asasi manusia tersebut juga mencatat bahwa mereka telah mendokumentasikan enam serangan udara Saudi yang mematikan sejak Desember 2017.[IT/r]
 
Kode: 698111