Ayatullah Hashemi Shahroudi: Kecintaan pada Ahli Bait Milik Semua MusliminAli Akbar Velayati Membuka KTT Pecinta Ahli Bait dan TakfiriTentara Suriah Terus Raih Kemenangan di Deir EzzorTentara Irak Ambil Alih Pos Perbatasan Suriah dari PeshmergaTentara Irak Temukan Kuburan Massal di HawijaPasukan Irak dan Peshmerga Kurdi Sepakati Gencatan SenjataAl-Houthi Tembak Jatuh Jet Tempur Typhoon Milik Saudi ArabiaIni Dokumen CIA Terkait John F Kennedy yang Sebut Plot Pembunuhan SukarnoDokumen CIA Terkait Pembunuhan John F Kennedy dan Presiden SukarnoParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol
 
 
 
 
 
Silahkan register.
 
 
Tanggal Berita : Saturday 13 January 2018 - 11:01
Share/Save/Bookmark
AS dan Gejolak Suriah:
Deputi Menlu: Kehadiran Pasukan Asing Ilegal di Tanah Suriah ‘Tidak Dapat Diterima’
US troops on a road near the northern Syrian village of Ain Issa.jpg
 
US troops on a road near the northern Syrian village of Ain Issa.jpg
 
IslamTimes - Suriah mengatakan pasukan asing yang telah berhasil masuk ke negara tersebut dan mendirikan pangkalan di sana tanpa persetujuan Damaskus adalah penjajah dan harus meninggalkan tanah Suriah.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mekdad mengatakan bahwa tentara asing yang telah hadir di tanah Suriah tanpa persetujuan pemerintah "tidak dapat diterima", menambahkan bahwa Damaskus akan menangani masalah ini sebagai kasus "penjajahan".

Mekdad mengacu pada kehadiran pasukan Amerika dan Turki di Suriah, yang masing-masing negara itu telah menolak untuk menarik keluar tentaranya sebagai penentangan terhadap peringatan Damaskus.

Turki dan AS juga memiliki pasukan mereka sendiri di tanah Suriah.

Komentar tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki akan melakukan operasi militer Euphrates Shield di Suriah utara, yang berfungsi untuk menjaga militan Kurdi yang didukung AS dari perbatasannya.

Mekdad menyebut kehadiran Turki "invasif," dan mendesak Ankara untuk berhenti campur tangan dalam urusan Damaskus.

Amerika Serikat memimpin sejumlah sekutunya dalam sebuah invasi ke Suriah pada tahun 2014, mengklaim bahwa pihaknya berusaha untuk membasmi kelompok teroris Takfiri Daesh. Misi tersebut tidak memiliki mandat Suriah atau PBB.

Dalam misi sepihak, Washington juga telah mengerahkan pasukannya sendiri ke Suriah, di mana mereka mendukung teroris anti-Damaskus.[IT/r]
 
Kode: 696679