0
Wednesday 16 May 2018 - 14:38
Turki dan Kemelut Palestina:

Turki dan Entitas Zionis Saling Mengusir Duta atas 'Pembantaian' di Perbatasan Gaza

Story Code : 725126
Zionist PM Benjamin Netanyahu - Turkish President Recep Tayyip Erdogan.jpg
Zionist PM Benjamin Netanyahu - Turkish President Recep Tayyip Erdogan.jpg
Turki mengatakan kepada duta besar Zionis untuk meninggalkan negara itu pada hari Selasa (14/5)setelah pasukan pendudukan Zionis Israel menewaskan 62 orang Palestina selama protes di perbatasan Gaza terhadap pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

"Duta Besar Israel telah memberitahukan bahwa utusan kami untuk 'Israel' dipanggil kembali untuk konsultasi, dan memberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya untuk beberapa waktu," kata seorang sumber Kementerian Luar Negeri Turki.

Beberapa jam kemudian Kementerian Luar Negeri Zionis Israel mengatakan Konsul Jenderal Turki di Yerusalem telah dipanggil dan diperintahkan untuk kembali ke Turki "untuk konsultasi selama jangka waktu tertentu."

Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu mengatakan di Twitter bahwa Erdogan tidak dalam posisi untuk "mengajari moralitas kepada kami" karena dia "mendukung gerakan Palestina Hamas" yang memerintah Gaza.

"Tidak diragukan bahwa dia memahami terorisme dan pembantaian," tweet Netanyahu .

Erdogan men-tweet kembali bahwa Netanyahu adalah pemimpin "negara apartheid yang telah menduduki tanah rakyat yang tidak berdaya selama 60+ tahun yang melanggar resolusi PBB", menambahkan bahwa dia mengkritik Turki untuk mengalihkan perhatian.[IT/r]
Comment


{DOC_TRANSLATES_BLOCK}