Tuesday 4 May 2010 11:25
Share/Save/Bookmark
Rahbar: Kaum Buruh Adalah Pejuang di Jalan Allah
Rahbar menjelaskan pandangan Islam tentang kaum buruh; "Berbeda dengan pandangan kelompok materialis yang hanya memperalat kaum buruh, Islam memandang pekerja sebagai pejuang di jalan Allah. Islam sangat menghargai kerja keras kaum buruh dan meyakininya sebagai amal yang bakal diganjar pahala oleh Allah Swt."
Sayyid Ali Khamenei - Pemimpin Revolusi di Iran (Rahbar).jpg
Sayyid Ali Khamenei - Pemimpin Revolusi di Iran (Rahbar).jpg
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei hari ini (28/4) dalam pertemuan yang dihadiri oleh ribuan buruh dari berbagai pelosok negeri menyebut ilmu dan produksi sebagai dua faktor penting untuk mencapai kemajuan. Seraya menyinggung kemajuan mencengangkan yang dicapai Iran dan potensi sumber daya manusia, alam dan sains yang berlimpah di negara ini, beliau mengatakan, untuk mengejar ketertinggalan ini diperlukan tekad ganda dan gerak cepat dalam mengaktivasikan potensi besar yang ada di negeri ini. Kata-kata dan pujian tidak mungkin bisa memunculkan tekad ganda. Tekad ganda meniscayakan terjun ke medan kerja dan kreativitas.

Beliau menambahkan, kaum buruh punya posisi yang penting dalam persepsi Islam. "Sejak awal kemenangan revolusi Islam sampai saat ini, kaum buruh telah membuktikan diri sebagai kelompok yang teruji. Salah satu contohnya adalah peran mereka dalam Perang Pertahanan Suci," sambung beliau.
Ayatollah al-Udzma Khamenei menyinggung upaya musuh sejak awal revolusi untuk memanfaatkan kaum buruh dan masalah buruh sebagai alat penekan pemerintahan Islam. "Modus ini sejak 30 tahun lalu menjadi bagian dari agenda kerja musuh untuk melawan pemerintahan Islam. Akan tetapi selama 30 tahun ini, kaum buruh telah membuat agenda musuh ini selalu membentur jalan buntu," imbuh beliau. 

Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan bahwa dukungan kaum buruh kepada pemerintahan Islam telah membuahkan hubungan erat antara mereka dengan sistem ini. Beliau menambahkan, "Karena itulah, gerakan kolektif negara ini ke arah produksi dengan kaum buruh dan produsen sebagai porosnya akan terus maju, dan musuh tak akan bisa mengganggu." 

Rahbar menerangkan bahwa kunci kemajuan negara ada pada dua hal, yaitu ilmu dan produksi. Beliau mengatakan, "Di era rezim Thaghut di Iran, baik ilmu mapun produksi yang berlandaskan ilmu, tidak mendapat porsi perhatian yang semestinya. Karena itu, selama kurun waktu yang cukup lama rakyat Iran terkungkung dalam keterbelakangan. Mengejar ketertinggalan ini memerlukan perhatian yang besar kepada ilmu dan produksi." 

Seraya memandang penting pemanfaatan metode-metode baru dalam mengembangkan keilmuan dan aktivitas pusat-pusat penelitian, beliau menandaskan, "Berkat bantuan Allah, negara ini mulai meraih kemajuan di bidang sains. Hanyasaja kecepatan gerak maju ini harus ditingkatkan berlipat ganda, sebab kita masih berada di permulaan jalan." 

Pemimpin Besar Revolusi Islam mengungkapkan bahwa ilmu dasar punya kedudukan yang signifikan di sektor industri dan pertanian. Beliau menambahkan, "Buruh dan pabrik bisa mengembangkan ilmu dasar ini sedangkan pengelolaannya menjadi tugas pemerintah." 

Ayatollah al-Udzma Khamenei mengangkat masalah pelaksanaan pasal 44 UUD seraya mengingatkan, "Pelaksanaan pasal 44 jangan sampai membuka jalan bagi para pelanggar hukum."
Ditambahkannya, ada sebagian orang yang gemar mempermainkan hukum. Misalnya, mereka membeli pabrik, lalu dengan menjual mesin dan peralatan serta tanahnya, mereka meraup keuntungan materi yang besar. Akibatnya, para buruh pabrik kehilangan pekerjaan mereka. Para pejabat negara harus tanggap menangangi masalah ini. 

Beliau mengangkat masalah hubungan antara buruh dan majikan seraya menambahkan, dalam sistem Islam, hubungan pekerja dan majikan adalah hubungan yang erat, kerjasama dan dua arah. Semua pembuat kebijakan dan pengelola negara harus bergerak ke arah ini. 

Rahbar mengutarakan, "Kita tidak setuju dengan pandangan sosialisme yang menolak majikan dan tidak pula setuju dengan pandangan kapitalisme yang memandang majikan sebagai pemilik hakmutlak. Kita meyakini hubungan yang jelas, insani dan Islami antara buruh dan majikan sebagai dua unsur yang membantu memajukan negara." 

Seraya membandingkan kemajuan Iran saat ini dengan kondisi pra revolusi Islam, dan menjelaskan keberhasilan Iran dalam mengekspor jasa teknisi ke luar negeri, beliau menambahkan bahwa di antara negara-negara dunia, posisi Iran saat ini sangat menonjol di sektor pembangunan bendungan dan pusat pembangkit listrik. "Meski sudah maju di banyak bidang, namun masih ada jarak yang jauh dari tempat yang ideal dan semestinya bagi Iran yang kaya akan warisan sejarah. Ketertinggalan ini harus dikejar dengan tekad yang berlipat ganda," kata beliau lagi. 

Ayatollah al-Udzma Khamenei mengungkapkan, "Tekad ganda berarti tekad untuk bisa sampai ke puncak. Target itu tidak bisa diwujudkan hanya dengan berkata-kata atau memuji, tapi diperlukan kerja keras di tengah medan dan kreativitas."
Menurut beliau, Iran bisa jauh lebih maju dari sekarang jika semua sarana untuk bekerja dan berusaha dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, semua orang dituntut untuk memiliki tekad berlipat ganda. Beliau mengatakan, bangsa Iran tak ubahnya bagai seorang anak muda yang penuh potensi dan punya kapasitas yang besar. Dengan bekerja keras ia pasti akan sampai ke puncak dan menjadi bintang. 

"Di masa lalu, bangsa Iran telah menunjukkan sebagian kemampuan dan potensinya. Di saat menghadapi boikot dan tanpa bantuan negara manapun bangsa ini berhasil membuat mesin pemutar sentrifugal generasi kedua dan ketiga yang membuat para pemilik teknologi nuklir tercengang menyaksikannya. Para pemuda Iran yang potensional juga telah menunjukkan kebolehannya di bidang ilmu lingkungan dan berhasil memanfaatkan sel induk untuk membuat kloning. Keberhasilan tersebut sekaligus menempatkan Iran di jajaran segelintir negara yang punya kemampuan dan menguasai teknologi di bidang ini. Anak-anak bangsa ini yang dihimpit oleh embargo selama 30 tahun ternyata mampu membuat berbagai jenis peluru kendali canggih dan roket pengangkut satelit," kata beliau. 

Rahbar menambahkan bahwa apa yang telah disinggung hanyalah sebagian dari kemampuan bangsa Iran. Karena itu seluruh potensi sumber daya manusia, keilmuan dan alam di negeri ini harus dimanfaatkan dengan benar. "Aktivasi seluruh potensi ini meniscayakan tekad yang berlipat ganda," imbuh beliau. 

Kemajuan Iran, kata beliau, tidak bisa diterima oleh kekuatan-kekuatan arogan dunia. "Kemajuan yang dicapai Iran di luar kemauan kubu arogansi dunia. Karena itu, mereka lantas menentang dan memusuhi bangsa Iran. Akan tetapi nasib mereka akan sama dan tetap gagal seperti yang mereka alami dalam 30 tahun ini." 

Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan yang dicapai rakyat Iran ini adalah berkat bantuan Allah, keimanan dan amal saleh. Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, "Sebagaimana yang difirmankan dan dijanjikan Allah, iman dan amal saleh akan mendatangkan kejayaan dan kemuliaan di dunia, serta kesenangan dan keselamatan di akhirat." 

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menandaskan, kemajuan hakiki negeri ini bergantung pada keimanan dan amal saleh. 

"Salam sejahtera atas Imam Khomeini (ra) yang telah menunjukkan jalan ini kepada kita. Dengan keimanannya beliau telah menyadarkan dan membimbing bangsa Iran ke jalan yang benar," kata beliau. 

Dalam pertemuan itu, Menteri Pekerjaan dan Urusan Sosial, Sheikhul Islami dalam pembicaraannya menjelaskan garis-garis besar kebijakan departemen yang dipimpinnya. Di awal pertemuan ini, digelar acara duka mengenang syahadah Fatimah Azzahra (as).a

kode topik : 25108
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email