Sunday 18 March 2012 14:39
Share/Save/Bookmark
Pasca Revolusi Mesir
Patriark Koptik Mesir Meninggal, Mesir Berkabung
Islam Times- Akibat kritiknya, Sadat mengasingkan Shenouda ke kuil Wadi el Natrun di barat Kairo dan melucuti seluruh kekuasaannya. Barulah semenjak Hosni Mubarak berkuasa, hubungan antara gereja Koptik dan pemerintah mulai harmonis.
Patriark Koptik Mesir Meninggal, Mesir Berkabung

Paus Kristen Koptik Mesir, Shenouda III, meninggal dunia pada Sabtu, 17 Maret 2012. Pemimpin sekitar 12 juta rakyat Kristen di Mesir ini meninggal di usia tua.

"Dia meninggal akibat komplikasi kesehatan dan usianya yang tua," ujar penasehat gereja Koptik, Hany Aziz, dikutip dari Reuters. Sebelumnya, Shenouda baru saja pulang dari perawatan kesehatan di luar negeri.

Ribuan warga Koptik memadati berbagai katedral di Mesir, salah satunya di Kairo. Beberapa jemaah terlihat tidak kuasa menahan sedih sehingga pingsan, beberapa lainnya meneteskan air mata.

Shenouda, 88, adalah Paus Alexandria ke 117 yang diangkat pada November 1971. Dia terkenal sebagai tokoh pembaharu dan solidaritas antara umat Islam dan Kristen di Mesir selama 40 tahun memimpin. Namanya harum dikenal umat semua agama di negara tersebut.

Televisi Gereja Koptik menyiarkan gambar Paus dengan kalimat yang bertuliskan "semoga Tuhan menerima beliau disisi-Nya", demikian seperti dilaporkan kantor berita resmi MENA, lapor Xinhua.

Beberapa sumber di gereja menyebutkan kondisi kesehatan Paus semakin menurun pada Sabtu pagi setelah mengalami serangan jantung yang cukup parah. Tim medis kepausan mencoba memulihkan kondisi pemimpin umat Koptik itu namun kemudian beliau wafat.

Gereja Koptik Ortodok mengumumkan masa berkabung nasional menyusul kematian Paus itu, sementara upacara pembacaan doa akan digelar pada Selasa di markas kepausan yang terletak di Distrik Abbassiya di Kairo.

"Mesir telah kehilangan pria langka di saat-saat yang sensitif, di saat-saat banyak yang memerlukan kebijaksanaannya, keahliannya dan kemurnian pikirannya," kata imam besar al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayib.

Sejak menjabat, Shenouda terkenal kritis terhadap pemerintah. Pada penanganan pemberontakan Islam tahun 1970an, dia mengkritik pemerintahan Anwar Sadat karena mengincar umat Kristen.

Selain itu, dia juga anti Israel, terlihat pada penolakannya terhadap perjanjian damai Mesir-Israel pada 1979 yang dipelopori oleh Sadat.

Akibat kritiknya, Sadat mengasingkan Shenouda ke kuil Wadi el Natrun di barat Kairo dan melucuti seluruh kekuasaannya. Barulah semenjak Hosni Mubarak berkuasa, hubungan antara gereja Koptik dan pemerintah mulai harmonis.

Mohamed Mursi, ketua Kebebasan Ikhwanul Muslimin dan Partai Keadilan (FJP), mengatakan Paus Shenouda membuat perjalanan panjang perjalanan sejarah bangsa.

"Partai Kebebasan dan Keadilan mengirimkan belasungkawa terdalam kepada rakyat Mesir dan saudara-saudara Kristen kita atas kematian Paus Shenouda III," katanya dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan Paus Benediktus segera diberitahu tentang kematian Shenouda dan meminta doa-doa untuknya. [Islam Times/r/Press TV]
kode topik : 146567
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email