"Pesawat itu, berdasarkan sifat fisik dan bahan yang digunakan dalam tubuhnya, tidak dapat dideteksi oleh radar," kata Brigadir Jenderal Angkatan Udara Aziz Nasirzadeh, wakil koordinasi angkatan, kepada wartawan.
Dia mengatakan bahwa data dari uji-penerbangan telah menunjukkan keberhasilan dan angkatan akan bergerak maju sebagaimana direncanakan pada pesawat, yang disebut Sofreh Mahi, yang Ikan Pari, Fars News Agency melaporkan.
Brigjen. Nasirzadeh bagaimanapun, menjelaskan bahwa proses produksi tidak akan cepat karena sistem yang kompleks seperti itu yang memerlerlukan analisa mendalam dan pengujian yang lengkap. [IslamTimes/R]