Friday 17 February 2012 19:04
Share/Save/Bookmark
Larangan Minyak Iran:
Sanksi Minyak Uni Eropa Terhadap Iran Didikte AS
IslamTimes - Seorang anggota Partai Komunis Portugis mengatakan, sanksi Uni Eropa atas minyak Iran baru-baru ini telah didikte oleh Amerika Serikat.
Pedro Guerreiro, a member of the Portuguese Communist Party.jpg
Pedro Guerreiro, a member of the Portuguese Communist Party.jpg

"Kami pikir Uni Eropa (UE) mengikuti posisi Amerika Serikat," kata Pedro Guerreiro.

"Sanksi-sanksi terbaru yang diadopsi Uni Eropa terhadap Iran telah didikte oleh AS karena mereka bekerja sebagai mitra strategis untuk mengisolasi Iran secara politik dan ekonomi. Kebijakan ini diputuskan sejak lama," tambahnya.

Guerreiro juga mengkritik kebijakan yang ditempuh oleh AS dan pengikutnya terhadap program nuklir Iran sebagai bentuk imperialistik.

Pada malam tahun baru, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang bertujuan untuk mencegah negara-negara lain untuk mengimpor minyak Iran dan melakukan transaksi dengan bank sentral Iran.

Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa juga menyetujui sanksi terhadap Iran yang dijatuhkan pada tanggal 23 Januari, termasuk larangan impor minyak Iran, membekukan aset Bank Sentral negara itu di negara-negara Uni Eropa dan larangan menjual berlian, emas, serta logam berharga lainnya ke Tehran.

Sementara itu, Amerika Serikat, Israel, dan beberapa sekutunya menuduh Iran mengejar tujuan militer dalam program nuklirnya dan menggunakan dalih ini untuk menjatuhkan sanksi internasional secara sepihak terhadap Republik Islam.

Iran berkali-kali menyatakan, sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir dan anggota dari Badan Energi Atom Internasional, Iran berhak memiliki nuklir untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi  untuk tujuan damai.[IT/r]
kode topik : 138511
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email