Iran
Saudi Arabia
Bahrain
Suriah
Irak
Palestina
Kuwait
Qatar
Yaman
Libanon
Zionis
Yordania
Indonesia
Cina
Jepang
Malaysia
Thailand
India
Afganistan
Pakistan





ruang terkait

edisi web

dalam » Berita » Zionis

Iran vs Hegemoni Global

Israel Tak Perlu Izin AS Jika Lancarkan Serangan Militer ke Iran

29 Feb 2012 2:50

Islam Times- Sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Selasa (28/2), sumber Israel mengatakan Presiden AS Barack Obama bulan lalu sepakat untuk menuntut jaminan pribadi, dan menegaskan Israel tidak lagi berencana meminta izin Washington.


Pejabat Israel menyatakan Tel Aviv tidak akan meminta izin Washington jika mereka memutuskan untuk melancarkan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran.

Associated Press melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Peperangan Ehud Barak mengirimkan pesan kepada para pejabat senior AS yang mengunjungi Israel terkait kemungkinan serangan terhadap Iran.

Sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Selasa (28/2), sumber Israel mengatakan Presiden AS Barack Obama bulan lalu sepakat untuk menuntut jaminan pribadi, dan menegaskan Israel tidak lagi berencana meminta izin Washington.

Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah pejabat AS termasuk Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Martin Dempsey, Penasehat Keamanan Nasional Gedung Putih Tom Donilon, Direktur Intelijen Nasional James Clapper dan anggota parlemen AS mengunjungi Israel untuk menghalangi niat Tel Aviv menyerang Iran.

Para pejabat Israel juga dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan sejawatnya dari AS termasuk Wakil Presiden Joe Biden dan Menteri Pertahanan Leon Panetta tentang program energi nuklir Iran.

Para pejabat Israel meningkatkan retorika perang dan mengancam Iran dengan serangan militer untuk memaksa Tehran menghentikan program energi nuklir sipilnya.

Amerika Serikat, Israel dan beberapa sekutunya menuduh Tehran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya, dengan menggunakan dalih ini untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan mengancam negara itu dengan invasi militer.

Menyikapi ancaman Israel, Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan, "Republik Islam Iran akan memberikan tanggapan yang sesuai untuk setiap ancaman pada waktu yang tepat, dan ini akan membuat musuh menyesali tindakannya." Dia menambahkan bahwa kebijakan Tehran adalah berdiri tegar menghadapi setiap ancaman Israel dan Barat.

Sebagai penandatangan traktat non-proliferasi nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran berhak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Sementara itu, laporan yang diterbitkan oleh The Los Angeles Times pada hari Jumat mengungkapkan sebanyak 16 badan intelijen AS percaya Tehran tidak berusaha membangun senjata nuklir. [Islam Times/on/irib/press tv]