Iran
Saudi Arabia
Bahrain
Suriah
Irak
Palestina
Kuwait
Qatar
Yaman
Libanon
Zionis
Yordania
Indonesia
Cina
Jepang
Malaysia
Thailand
India
Afganistan
Pakistan





ruang terkait

edisi web

dalam » Berita » Palestina

Gejolak di Gaza, Palestina

Analis: Konferensi Doha Hanya Simbolisasi yang Tak Berarti

28 Feb 2012 11:19

IslamTimes - Konferensi internasional Doha tentang Quds Kudus hanya akan memberikan peluang kepada Israel untuk membeli waktu dengan menggelar skenario Yahudisasi di kota suci. Konferensi Doha hanya simbolisasi yang tak berarti, kata seorang analis Libanon. Dia juga mengatakan, bahwa perlawanan adalah satu-satunya cara untuk menghadapi rezim Zionis.


Ibrahim Bayram mengatakan, Tel Aviv tidak akan pernah melihat nilai-nilai pada konferensi Doha yang diadakan tersebut dan mereka juga tidak akan pernah menghormati keputusan Liga Arab.

Dia menggarisbawahi, konferensi Doha tidak akan membuahkan hasil. Dia juga mengkritik para pemimpin Arab atas ketidaktahuan mereka apa yang sudah dilakukan Israel terhadap kesucian Islam.

Konferensi Internasional Perlindungan Baitul Maqdis itu digelar Ahad (26/2) dan berlangsung selama tiga hari. Konferensi tersebut diresmikan oleh Emir Qatar dan dihadiri oleh Pemimpin Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas, Sekjen Liga Arab, Nabil al-Arabi, dan Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), Ekmeleddin Ihsanoglu.

Bertema "Konferensi Internasional untuk Mempertahanan Pendudukan Yerusalem ", konferensi ini di hadiri 350 perwakilan dari 70 negara dari seluruh dunia.

Pada tanggal 1 November kabinet inti Israel memutuskan mempercepat pembangunan rumah bagi warga Yahudi di Timur Arab Quds (Yerusalem) dan di pemukiman terdekat lainnya untuk menghukum rakyat Palestina yang memenangkan keanggotaan di PBB, UNESCO.

Sejak itu, Israel mengeluarkan pengumuman resmi yang menunjukkan bahwa 2.057 rumah baru di Quds Timur Arab dan 1.241 di Tepi Barat.

Sedikitnya 200.000 warga Israel tinggal di lingkungan permukiman di Timur Quds (Yerusalem) yang dikuasai oleh Israel pada tahun 1967 dan mencaploknya yang tidak pernah diakui oleh internasional. [IT/r]