"Hizbullah telah disiapkan dan siap untuk setiap kejutan. Selama Israel ada di wilayah Timur Tengah, itu cukup menimbulkan ancaman terhadap seluruh wilayah dan akan (selalu) mencoba untuk memberikan kesan yang salah tentang program nuklir sipil Iran, " kata pejabat senior Hizbullah di Beirut pada hari Sabtu.
Qassim menambahkan bahwa gerakan perlawanan Hizbullah sangat berutang budi kepada Iran untuk berbagai kemenangan dan menganggap prestasi tersebut sebagai hasil dari panduan praktis Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dan Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah.
Israel tidak mencapai tujuannya untuk mengakhiri pengaruh Hizbullah di Lebanon, dan gerakan perlawanan Islam mengklaim kemenangan di dalam perang 1996, 2000, dan 2006 dengan Tel Aviv.
Pada 2 Januari perwakilan politik gerakan Hamas di Lebanon, Ali Baraka, mengatakan kelompok perlawanan Palestina akan berjuang bersama gerakan Hizbullah kalau Israel meluncurkan serangan baru terhadap Lebanon.
"Kita adalah tamu di Lebanon dan kebijakan kami tidak akan berubah," kata Baraka dalam upacara untuk menandai satu minggunya kematian dua anggota Hamas dalam sebuah ledakan di pinggiran kota Beirut selatan pada tanggal 26 Desember.
"Namun, kami berkomitmen untuk melawan pasukan pendudukan Israel," tambahnya.
"Israel harus tahu bahwa jika meluncurkan sebuah serangan baru terhadap Lebanon, kami tidak akan berdiri terikat. Kami akan menghadapi agresi berdampingan dengan saudara-saudara kita di Lebanon - entah itu perlawanan (muqawamah), tentara, atau warga sipil, untuk mengusir agresi , "Baraka menegaskan. [IslamTimes/R]