Thursday 10 November 2011 22:57
Share/Save/Bookmark
Iran vs Hegemoni Dunia:
'Tinju Baja' Iran Akan Hantam Setiap Ancaman
IslamTimes - Iran akan menyerang balik terhadap setiap serangan atau bahkan ancaman tindakan militer, pemimpin tertinggi negara itu mengatakan Kamis setelah Israel memperingatkan dunia harus bertindak untuk mencegah Tehran memiliki senjata nuklir.
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam di Iran
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam di Iran



Iran "akan merespon dengan kekuatan penuh untuk setiap agresi atau bahkan ancaman dengan cara yang akan menghancurkan agresor dari dalam," kata Ayatullah Ali Khamenei kepada mahasiswa di sebuah perguruan tinggi militer Tehran, menurut situs resminya.

Khamenei mengatakan pesan itu diarahkan pada musuh-musuh Iran, "terutama Amerika dan anteknya dan rezim Zionis (Israel)."

Bahasa kuat pemimpin tertinggi itu berikut ancaman pekan lalu dari Israel bahwa akan melakukan serangan udara sebentar lagi terhadap fasilitas nuklir Iran.

Presiden Shimon Peres mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan itu menjadi "lebih dan lebih mungkin."

Retorika antara Iran dan dua musuh utama, Israel dan Amerika Serikat, telah meningkat sejak dirilisnya laporan PBB pada Selasa yang mengatakan ada bukti "kredibel" yang menunjukkan program atom Iran sedang digunakan untuk penelitian menempatkan hulu ledak nuklir di rudal balistik.

Iran, yang telah lama membantah program militer untuk program nuklirnya, menanggapi laporan tersebut dengan mengatakan Iran tidak akan bergeming "sedikitpun" dari program atomnya dan menegaskan dia bisa menghadapi serangan apapun.

Menteri Pertahanan Ahmad Vahid dikutip oleh media pemerintah mengatakan " kekuatan angkatan bersenjata republik Islam akan menanggapi setiap agresi dan ancaman ... Setiap (tindakan) oleh rezim zionis (Israel) akan menjadi mantra kehancurannya."

Sehari sebelumnya, wakil komandan pasukan angkatan bersenjata Iran Brigadir Jenderal Masoud Jazayeri juga meramalkan "kehancuran" Israel jika menyerang dan memperingatkan: "Tanggapan kami tidak akan terbatas ke Timur Tengah"

"Iran bukan bangsa yang duduk diam dan hanya mengamati ancaman dari kekuatan materialis rapuh yang sedang dimakan oleh cacing dari dalam," kata Khamenei seperti dikutip para kadet militer pada Kamis.

"Siapa pun yang melabukan pemikiran untuk menyerang Republik Islam Iran - atau bahkan jika ada pikiran itu melintasi pikiran mereka - harus siap untuk menerima pukulan kuat dan tinju baja dari militer, Garda (Revolusi Islam Iran), dan Basij ( milisi), atau dengan kata lain bangsa Iran, "katanya.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani memperkuat pesan, memperingatkan pemerintah Barat, bahwa mereka "berisiko dipatahkan leher mereka jika mereka bermain dengan permainan tertentu," lapor situs televisi negara.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Rabu "komunitas internasional harus berusaha untuk menghentikan Iran mengejar senjata nuklir yang membahayakan perdamaian dunia dan Timur Tengah."

Meskipun dia tidak mengatakan tindakan apa yang akan diambil Israel, laporan media pekan lalu mengatakan dia dan Menteri Pertahanan Ehud Barak sedang mencari dukungan kabinet untuk serangan pre-emptive Israel terhadap Iran.

Israel pekan lalu melakukan apa yang disebut media nasional uji coba "rudal balistik", serta latihan simulasi skala besar pertahanan sipiluntuk merespon serangan rudal konvensional dan non-konvensional.

Menyusul laporan PBB, Uni Eropa sedang mempersiapkan putaran baru sanksi terhadap Iran menjelang pertemuan para menteri luar negeri pada Senin, diplomat di Brussel mengatakan pada kondisi anonimitas.

Rusia, yang membangun pabrik nuklir pertama Iran di Bushehr, telah mengesampingkan dukungan bagi sanksi lagi terhadap republik Islam sebelum Dewan Keamanan PBB, di mana dia memegang hak veto.

Dan Direktur nuklirnya Sergei Kiriyenko mengatakan pada Kamis bahwa Moskow siap untuk membangun lebih banyak reaktor nuklir di Iran.

"Kami mencari itu, kami memiliki pesanan, jadi kami bekerja atas usulan ini, karena bangunan reaktor nuklir khusus bukan merupakan isu keraguan dalam masyarakat internasional," kata Kiriyenko pertemuan pemerintah.

Amerika Serikat mengatakan pihaknya berkonsultasi dengan sekutunya pada cara untuk menempatkan "tekanan tambahan" terhadap Iran.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner mengatakan "berbagai pilihan" sedang dipertimbangkan. "Saya tidak ingin mengatur yang datang dan yang pergi," kata dia. [IT/r]

kode topik : 112998
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email

2012-03-12 14:46:24
matikan USA,ISRAEL dan UNI EROPA