Thursday 9 September 2010 13:41
Share/Save/Bookmark
Pertemuan Rahbar dan Para Pencipta Lapangan Kerja
“Untuk menghadapi tekanan-tekanan [sanksi] ini, kita harus menciptakan “ekonomi muqawama nyata” dan inilah makna hakiki penciptaan lapangan kerja.”
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam
Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam


Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Senin sore (07/9) dalam pertemuan bersama ratusan orang pencipta lapangan kerja dari pelbagai bidang produksi, industri, tambang, pertanian, kesehatan dan pengobatan, menyebut penciptaan lapangan kerja sebagai sebuah ibadah dan menciptakan nilai. Ditambahkannya, “Iran yang besar kini membutuhkan penciptaan lapangan kerja lebih dari masa-masa sebelumnya sehingga bisa membumbung tinggi bagaikan elang yang terbang tinggi di angkasa kemajuan, kesejahteraan dan kebanggaan.”

Seraya mengisyaratkan pentingnya kerja dan penciptaan lapangan kerja menurut pandangan Islam, Rahbar menilai upaya menciptakan lapangan kerja bukan hanya merupakan sisi penting penciptaan kekayaan, melainkan juga sebuah penciptaan sarana untuk menggunakan khazanah potensi manusia. “Iran kini telah berubah menjadi pabrik besar usaha, inisiatif dan inovasi, namun kenyataan ini hanya sebagai langkah awal akan proses kemajuan dan kebanggan negara” tambah beliau.

Saat menekankan akan kebutuhan dasar Republik Islam Iran kepada kerja dan penciptaan lapangan kerja, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, “Dua alasan dasar yaitu “kesiapan Republik Islam Iran untuk melompat” dan “tekanan ekonomi musuh” telah membuktikan bahwa Republik Islam Iran membutuhkan kerja dan penciptaan lapangan kerja lebih dari masa-masa sebelumnya.”

Dalam penjelasannya tentang kesiapan Republik Islam Iran untuk melompat, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengisyaratkan akan tersedianya pelbagai infrastruktur, kemajuan nyata sains dan teknologi dan adanya manajemen yang kuat dan sehat berkat pengalaman manajemen selama 30 tahun. “Berkat pengetahuan bangsa akan kemampuan dirinya dan para pemuda-pemudanya, periode kemampuan Republik Islam Iran telah tiba saatnya dan otomatis dalam periode ini kerja dan penciptaan lapangan kerja jauh lebih penting,” tegas beliau.

Sambil menyinggung sanksi dan tekanan ekonomi kekuatan hegemoni, Rahbar mengatakan, “Untuk menghadapi tekanan-tekanan ini, kita harus menciptakan “ekonomi muqawama nyata” dan inilah makna hakiki penciptaan lapangan kerja.”

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai tujuan utama kekuatan hegemoni menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam Iran adalah mereka ingin kembali menguasai Iran sebagaimana sebelum Revolusi. Dikatakannya, “Musuh-musuh bangsa Iran berusaha melelahkan rakyat dengan tekanan-tekanan ekonomi supaya rakyat menilai tekanan-tekanan ini muncul karena kinerja pemerintah sehingga hubungan antara rakyat dan pemerintah menjadi terputus. Namun mereka tidak mengenal bangsa ini sebagaimana mereka tidak mengenalnya selama 30 tahun yang lalu dan mereka betul-betul salah dalam perhitungannya.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menekankan, “Bangsa Iran dan para pejabat juga pasti akan melawan sanksi ini dan menggagalkannya sebagaimana selama 3 dekade terakhir dan akan tetap melanjutkan kerja, terus maju dan berkembang.”

Saat menyimpulkan sebagian pidatonya, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mewajibkan semua orang yang komitmen dan pejabat negara untuk berusaha, memproduksi dan menciptakan lapangan kerja. “Dengan gotong royong kembangkan pabrik besar Iran setiap hari,” tandas beliau.

Seraya mengisyaratkan sebagian keluhan yang disampaikan oleh para pencipta lapangan kerja dalam pertemuan ini, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut melaksanakan kebijakan asli pasal 44 secara sempurna, detil, komprehensif dan terus menerus akan menyelesaikan mayoritas kesulitan yang ada dan menugaskan pemerintah untuk melaksanakan dua pekerjaan prinsip: 1. Mengelola sumber-sumber keuangan secara detil dan bijaksana. 2. Memperbaiki kondisi perdagangan dan kerja.

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai mayoritas keluhan para pencipta lapangan kerja muncul akibat dana keuangan yang tidak dikelola secara sempurna dan mengatakan, “Sumber-sumber harus dikhususkan di jalan yang bisa menambah nilai baik uang maupun selain uang bagi negara supaya produksi dan kerja bertambah dan perdagangan dan pekerjaan berkembang.”

Beliau menilai memperbaiki sebagian peraturan, menyelesaikan kerumitan administrasi dan memberikan kemudahan dengan baik termasuk jalan memperbaiki kondisi perdagangan dan pekerjaan. Ditambahkannya, “Perkembangan perdagangan dan pekerjaan merupakan masalah penting ekonomi dan untuk merealisasikannya membutuhkan usaha keras pemerintah.”

Selain mewajibkan pemerintah untuk mengelola dana keuangan dan memperbaiki kondisi perdagangan dan pekerjaan, Rahbar juga menyeru para pencipta lapangan kerja untuk berusaha terus menerus secara komprehensif untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas barang-barang buatan dalam negeri. Ditambahkannya, “Masyarakat tahu bahwa mengkonsumsi setiap barang luar negeri yakni menganggurnya seorang buruh Iran, namun para pencipta lapangan kerja juga harus tahu bahwa kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi barang-barang dalam negeri tidak akan terwujud hanya dengan slogan melainkan membutuhkan peningkatan kualitas barang-barang ini.”

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga kembali mengingatkan soal impor produk-produk asing tanpa mekanisme yang jelas bakal menjadi bahaya dan kerugian yang besar bagi negara. “Para pejabat terkait harus memperhatikan tujuan dan kebutuhan riil negara dan mengelola produk-produk impor dengan bijaksana,” tambah Rahbar.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menganggap penting pertumbuhan kemampuan teknik dengan memperhatikan lembaga-lembaga teknik. Menurut beliau, “Searah dengan kebutuhan negara akan ilmu, negara juga membutuhkan tangan-tangan yang efektif.

Rahbar menasihati para pencipta lapangan kerja untuk tetap melanjutkan inovasi dan kreativitas dalam memproduksi barang-barang dalam negeri. Rahbar mengatakan, “Dalam memproduksi produk-produk dalam negeri hendaknya memperhatikan unsur keindahan yang diinginkan konsumen.”

Di akhir pertemuan itu Rahbar mengatakan, “Telah tercipta atmosfir bagi bangsa Iran yang penuh potensi untuk terbang mencapai langit tak bertepi dari kemajuan dan kebanggaan. Insyaallah suatu hari nanti negara ini menjadi referensi sains dunia, kebanggaan umat Islam dan menjadi sumber jaminan kebutuhan masyarakat dunia dengan aneka produk yang dimilikinya.”

Di awal acara pertemuan ini sejumlah para tokoh pencipta lapangan kerja seperti:

DR. Etemadian, Kepala Rumah Sakit Syahid Hashemi Nejad.

DR. Mohammad Ghannadi Sadeghi, Wakil Ketua Kamar Dagang Iran dan Ketua Kamar Tambang Iran.

Reza Taziki, Pimpinan Pabrik Seffron Khorasan.

DR. Hadi Ghanimifar, Kepala Komisaris Rumah Industri dan Tambang.

Mostafa Vaidi, pencipta lapangan kerja terbaik tingkat provinsi dan bidang yang ditekuninya di bidang polimeri.

Hessamuddin Madani, Direktur Pelaksana Perusaan Angipars.

DR. Baharvand, anggota peneliti lembaga riset Royan.

Ibu Sahila Abulhasani, pencipta lapangan terbaik tingkat nasional.

DR. Hossein Attar, Direktur Teknik Perusahaan Kelompok Industri Shafa.

Dalam pidatonya mereka masing-masing berbicara seputar topik:

Mengoptimalkan metode manajemen dan efisiensi sebagai sarana untuk mengurangi biaya dan perbaikan pelayanan kesehatan rumah-rumah sakit.

Pentingnya departemen-departemen pemerintah memperhatikan rencana jangka panjang dan kebijakan pasal 44.

Kesiapan sempurna pihak swasta untuk menghadapi sanksi ekonomi dan ancaman dan menjadikannya sebagai sebuah kesempatan untuk berdiri di atas kaki sendiri dan mencapai kemajuan.

Perlunya perhatian khusus terhadap bidang pertambangan dalam program subsidi terarah.

Memperkuat model gugus industri guna penambahan program yang telah disusun guna menciptakan lapangan kerja lewat badan-badan usaha kecil.

Membentuk jaringan usaha-usaha produksi, pemasaran dan ekspor.

Mengalokasikan pinjaman bank untuk produsen disertai pengawasan serius guna mencegah penyimpangan atas pinjaman yang telah diterima.

Menyiapkan peta komprehensif terkait pertumbuhan industri negara.

Usulan didirikannya bank pembangunan industri kecil.

Penghargaan atas kerja keras pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi pihak swasta.

Meningkatkan insentif pajak dan ekspor kepada badan-badan usaha aktif para pencipta lapangan kerja.

Partisipasi wakil-wakil dari lembaga-lembaga ekonomi dalam perputaran pengambilan keputusan di bidang ekonomi.

Perhatian pada budaya kerja dan penciptaan lapangan kerja di media nasional.

Upaya untuk menjadikan rencana jangka panjang menjadi budaya umum di bidang kerja dan kemajuan.

Mencegah masuknya produk-produk yang sama dengan barang-barang produksi dalam negeri dan meninjau kembali bea masuk produk-produk impor.

Upaya para produsen untuk meningkatkan kualitas dan menurunkan harga produk-produk dalam negeri.

Pentingnya langkah pemerintah dalam membayar pinjamannya kepada usaha-usaha swasta.

Pembentukan lembaga bagi pertumbuhan penciptaan lapangan kerja di bidang keilmuan dengan mencermati kemajuan luar biasa negara di bidang kedokteran.

Usulan dibentuknya rumah sakit khusus sel terapi.

Membangun apartemen-apartemen bagi buruh dan pegawai yang dekat dengan unit-unit industri.

Dukungan lebih terhadap industri farmasi.

Dalam pertemuan ini, Abdolreza Sheikh al-Islam, Menteri Tenaga Kerja menyampaikan laporan terkait langkah-langkah yang telah dilakukan departemen yang dipimpinnya dalam memperbaiki kondisi kerja dan insentif yang diberikan kepada para pemilik modal. Sheik al-Islam mengatakan, “Perhatian serius dalam memperbaiki budaya kerja, penyusunan program guna merevisi undang-undang ketenagakerjaan, ratifikasi sistem nasional ketrampilan, upaya mendirikan organisasi ketrampilan, perhatian terhadap koperasi, mengenal kelebihan setiap daerah dan berusaha mendapatkan saham di pasar regional termasuk langkah-langkah yang telah diambil.”

Menaker Iran juga menyebut terbentuknya satu jendela untuk memberikan pelayanan kepada para pencipta lapangan kerja merupakan langkah lain yang telah diambil oleh departemen ketenagakerjaan. “Termasuk langkah penting yang juga telah dilakukan adalah menyempurnakan siklus produksi dan perhatian terhadap produk-produk ekspor,” tandas Sheikh al-Islam.

Pertemuan ini ditutup dengan mengadakan shalat Maghrib dan Isya berjamaah yang diimami oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei yang kemudian dilanjutkan dengan buka bersama.

kode topik : 36739
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email