Syekh Naim Qasim, Hizbullah
Berbicara kepada Al-Intiqad website, Syekh Qassem menekankan bahwa oposisi kuat dan konsisten, yang menekankan bahwa tetap tenang merupakan kepentingan oposisi sebagai konstituen. Beliau menegaskan bahwa Hizbullah telah menyelamatkan setiap kemungkinan upaya untuk mengurangi ketegangan antara anggota oposisi, mencatat bahwa perbedaan dalam sudut pandang adalah normal. "Yang penting adalah sepakat mengenai isu mayoritas dan sebab-sebab dan dapat menyepakati sebuah mekanisme untuk mencegah konflik politik," tambah beliau.
Syekh Qassem menekankan bahwa Hizbullah tidak memiliki masalah dengan ketetapan waktu untuk pemilihan wali kota dengan mengatakan kelompoknya tapi juga ada masalah dengan menunda pemilu jika terjadi pencapaian konsensus dalam kelompok-kelompok yang berbeda .
"Apa yang terjadi di Bristol adalah sebuah pertemuan untuk memperingati ulang tahun pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri pada Februari 14 dari kelompok yang mempercaya mereka memiliki hak untuk memperingati ulang tahun seperti ini," kata Syekh Qassem, sebagai tanggapan sebuah pertanyaan. "Mereka bebas untuk memutuskan apa pun yang mereka inginkan dan karena itu kita tidak dapat bertanya apakah kami akan hadir atau tidak," tambah belaiu. "Mungkin, keadaan akan berubah di masa depan dan mekanisme baru akan dimulai."
Ditanya mengenai janji Hizbullah untuk membalas pembunuhan komandan militer Haji Imad Moghniyyeh, Syekh Qassem mengatakan bahwa kaum Zionis tahu bahwa Hizbullah tidak hanya berbicara, melainkan berbicara dan bertindak. "Kami tidak menentukan waktu dan lokasi tetapi kami percaya kami bertanggung jawab untuk memenuhi janji kami pada waktu yang tepat," kata Syekh menekankan.
Sheikh Qassem mengakhiri wawancara dengan mencatat bahwa Israel masih tinggal terobsesi oleh syahid Moghniyyeh dan menekankan bahwa mereka khawatir erhadap balas dendam yang akan terjadi pada saat mereka tidak menginginkannya dan dengan hasil yang membuat mereka tidak dapat berdiri. (IslamTimes/R]