Monday 27 February 2012 01:19
Share/Save/Bookmark
Hibah dari Jepang
Kasih Jepang yang Menjerat Leher Republik
Islam Times- Melansir data yang diterbitkan Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Sabtu (25/2/2012), dari realisasi pinjaman bilateral sebesar USD36,45 miliar, Jepang tercatat memberikan utang sebesar USD31,53 miliar, disusul Perancis dengan USD2,64 miliar dan Jerman USD2,28 miliar dan negara lainnya sebesar USD9,14 miliar.
Kasih Jepang yang Menjerat Leher Republik

Dalam lima dekade terakhir, Tokyo memang termasuk yang paling berhasil menghadirkan dirinya layaknya sahabat yang bisa membaca isi hati pemerintah di Jakarta.

Di era 1950'an, saat Jakarta mengimpikan fasilitas listrik, komunikasi, jalur kereta api, bendungan dan sekolah, Tokyo tak segan mengulurkan tangan. Dan bantuan mereka itu, lewat "pinjaman", "hibah" dan "bantuan teknis", berlanjut dari tahun ke tahun hingga hari ini. Tokyo memodali lebih dari setengah jaringan telekomunikasi di Indonesia. Begitu pula dengan infrastruktur vital lainnya, meski dengan persentasi yang lebih sedikit, seperti jalan dan jembatan, kereta api, bendungan, air bersih dan fasilitas kesehatan dan sarana pertanian.

Tokyo juga termasuk yang jeli membaca keinginan orang-orang di jalanan. Dalam 52 tahun terakhir, mereka menghadirkan senyum di banyak wajah lewat aneka barang dan peralatan modern, dari Ajinomoto hingga Pocari Sweat, dari Yamaha hingga Seven Eleven.

Tak heran kalau hingga hari ini, Jepang selalu berada di tempat teratas mitra dagang Indonesia. Kabarnya, ada sekitar 1.000 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia saat ini. Mereka mempekerjakan hingga 300.000 orang di seluruh negeri.

Tapi ada hal lain dari persahabatan Tokyo-Jakarta yang nampaknya manis ini. 'Kedermawanan' Tokyo memberi utang dan pinjaman pembangunan aneka rupa sejak 1958 kini berakibat fatal.

Sebagaimana dilaporkan oleh okezone.com, Sabtu, 25 Februari 2012, Jepang tercatat sebagai negara yang memberikan pinjaman bilateral paling besar. Pinjaman dari Negeri Sakura tersebut mencapai 86,50 persen dari total pinjaman bilateral Indonesia.

Melansir data yang diterbitkan Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Sabtu (25/2/2012), dari realisasi pinjaman bilateral sebesar USD36,45 miliar, Jepang tercatat memberikan utang sebesar USD31,53 miliar, disusul Perancis dengan USD2,64 miliar dan Jerman USD2,28 miliar dan negara lainnya sebesar USD9,14 miliar.

Sementara untuk pinjaman multilateral, Bank Dunia atau World Bank tercatat sebagai lembaga pemeberi pinajaman terbesar dengan kucuran dana USD12,14 miliar, diikuti oleh Asian Development Bank (ADB) sebesar USD10,72 miliar dan Islamic Developement Bank (IDB) sebesar USD47 juta, sementara pinjaman dari multilateral lainnya sebesar USD23 juta.

Total pinjaman Indonesia tercatat meningkat USD1,34 miliar pada 2012, dari sebelumnya USD67,91 miliar menjadi USD69,25 miliar pada 2012.

Dari paparan tersebut, sektor yang paling banyak menerima pinjaman, yakni sektor jasa dengan total pinjaman sebesar USD18,09 miliar, disusul oleh sektor bangunan sebesar USD12,95 miliar dan Keuangan, persewaan dan Jasa Keuangan sebesar USD9,84 miliar.

Adapun sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan mencatatkan pinjaman USD1,94 miliar, sektor pertambangan dan penggalian USD825 juta, sektor industri pengolahan USD2,03 miliar, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar USD5,91 miliar, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar USD703 juta, agkutan dan komunikasi USD2,335 miliar dan sektor lainnya USD14,51 miliar.

Utang besar ke Tokyo ini isyarat buruk bagi publik. Demi memenuhi kewajiban cicilan, pemerintah dalam lima dekade terakhir, memilih menyunat anggaran fasilitas publik, termasuk subsidi kesehatan, pendidikan dan riset, yang vital untuk masa depan bangsa.

Lalu aneka produk-produk modern Jepang yang hadir di setiap pojok Indonesia saat ini. Orang memang ceria bisa punya motor dan mobil produksi Jepang, tapi setiap sebagian besar dari transaksi di balik itu mengalir ke Tokyo.

Dilaporkan, pendapatan per kapita orang di Tokyo pada 2009 mencapai US$ 37.800 sementara di Indonesia angkanya ditaksir mencapai US$ 5.000 -- pada 2014. [Islam Times/on/K-014]
kode topik : 141098
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email