"Mereka tidak menarik diri. Mereka telah dipaksa keluar," katanya pada konferensi pers di kota Khouba di wilayah Jazan dekat perbatasan dengan Yaman, yang menjadi tempat perlawanan dengan Huthis sejak awal November.
Pemimpin Huthis, telah mengumumkan pada hari Senin penarikan diri sukarela para pejuangnya dari posisi yang diduduki dalam Arab Saudi.
Namun menuntut Pangeran Khaled, penarikan mundur penembak jitu, katanya menyusupi di perbatasan pegunungan "dari waktu ke waktu" dan mendesak tentara Yaman untuk menguasai perbatasan.
"Kalau mereka serius, mereka harus menarik diri sepenuhnya, termasuk penembak jitu," kata Pangeran Khaled.
Dia menambahkan bahwa 109 tentara Saudi tewas dalam pertempuran, termasuk tujuh "dalam beberapa hari terakhir," menambahkan bahwa Riyadh percaya bahwa enam tentara dipegang oleh para pejuang, tapi hanya bisa mengkonfirmasi ada empat yang ditawan.
Prajurit Saudi di wilayah perbatasan Jebel al-Doud mengatakan kepada AFP bahwa mereka melihat Huthi penyusup pada Selasa malam.
Suara tembakan dan ledakan bisa masih terdengar di perbatasan barat situs Khouba, seorang koresponden AFP melaporkan. [IslamTimes/R]