Saturday 3 March 2012 02:36
Share/Save/Bookmark
Ekonomi Indonesia
Dua Opsi Kenaikan BBM, Anda Pilih yang Mana?
Islam Times- Sementara pada sepuluh tahun lalu, utang negeri ini masih sekitar Rp Rp 1.676,85 triliun. Itu berarti, tiap tahun jumlah utang pemerintah naik rata-rata sekitar Rp 50 triliun.
Dua Opsi Kenaikan BBM, Anda Pilih yang Mana?

Akhirnya pemerintah dikabarkan menyiapkan dua skenario untuk mengakali kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Opsi pertama, harga BBM naik Rp1.500, sehingga menjadi Rp6.000 per liter. Sementara itu, opsi kedua, dipatok besaran subsidi Rp2.000 per liter.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Widjajono Partowidagdo, menuturkan, jika opsi pertama dipilih, penghematan subsidi diperkirakan mencapai Rp31,5 triliun.

"Kalau opsi kedua nggak tahu penghematannya berapa. Itu tergantung harga minyaknya," kata Widjajono di Istana Negara, Jakarta, Jumat 2 Maret 2012.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa jika opsi kedua yang dipilih, anggaran subsidi pemerintah lebih terukur. Sebab, penghematannya jelas, yakni Rp2.000 per liter.

"Tapi, masalahnya, kalau ditanya berapa inflasinya, itu yang susah. Tapi, kalau penghematannya jelas. Penghematannya kan Rp2.000 setiap liternya. Jadi, lebih mudah, tinggal dihitung saja volume minyaknya," kata dia.

Menurut dia, dua opsi itulah yang nantinya akan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Pilih mana? "Menjaga inflasi, ya yang naik Rp1.500. Tapi, untuk subsidi yang jumlahnya lebih pas, ya yang Rp2.000," ujarnya.

Sejauh ini banyak opini bilang tekanan terbesar anggaran negara justru dari besarnya utang negara dan keinginan pemerintah untuk selalu menjadi anak emas kreditur swasta dan asing.

Tragisnya, utang dan “hibah” itu, kini menjerat leher jutaan rakyat Indonesia. Utang negara ini terus menggunung, bahkan jumlah utang Indonesia sudah menembus Rp 1.800 triliun. Jumlah utang yang sudah sangat membahayakan dan sulit dicarikan solusinya.

Sementara pada sepuluh tahun lalu, utang negeri ini masih sekitar Rp 1.273 triliun. Itu berarti, tiap tahun jumlah utang pemerintah naik rata-rata sekitar Rp 51 triliun.

Dan beban utang itu jika dibagi rata kepada seluruh penduduk Indonesia yang mencapai 237 juta lebih, maka tiap rakyat termasuk bayi yang baru lahir terpaksa memikul utang kira-kira Rp 7,4 juta. Fantastis! Angka kecil jika dibandingkan dengan setiap warga AS yang menanggung dosa utang pemerintah mereka sebesar USD 50.149.

Tapi inilah Indonesia, surga bagi asing dan segelintir taipan kaya raya. Dan terakhir berita merdu datang lagi dari Detik.com. Diberitakan, pemerintah cari utangan lagi ! Besarannya Rp 50 Triliun. Agus Marwoto bilang, jumlah tersebut guna menutup ketekoran APBN 2012 yang katanya semakin melebar 1,5 persen. Solusinya, pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 40-50 triliun.

Jumlah tersebut guna menutup defisit yang semakin melebar dari 1,5 persen dalam APBN 2012 menjadi 2,2 plus minus 0,2 persen.

Yah, teruslah berkarya menggadaikan negeri ini ke segelintir taipan kaya raya dan asing bung!.  [Islam Times/on/vivanews/detiknews]
kode topik : 142421
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email