Mesir
Libya
Sudan
Maroko
Afrika




ruang terkait

edisi web

dalam » Berita » Afrika

Pasca Revolusi Libya

Mantan Bos Intelijen Libya Tertangkap

17 Mar 2012 22:40

Islam Times- Senussi ditangkap di ibukota Mauritania, Nouakchott, kata sumber lokal yang berbicara tanpa menyebut nama kepada Xinhua, Sabtu, 17/03/12. Press TV melaporkan.


Mantan kepala intelijen rezim Libya, Abdullah al-Senussi, dilaporkan tertangkap di Mauritania, sumber lokal Mauritania melaporkan.

Senussi ditangkap di ibukota Mauritania, Nouakchott, kata sumber lokal yang berbicara tanpa menyebut nama kepada Xinhua, Sabtu, 17/03/12. Press TV melaporkan.

Stasiun TV pemerintah Libya juga melaporkan berita penangkapan tersebut, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang masalah ini.

Pada tanggal 27 Juni 2011, Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) Den Haag mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada mantan diktator Muammar Libya Gaddafi, Saif al-Islam dan al-Senussi atas tuduhan kejahatan kemanusiaan selama terjadi penumpasan brutal rezim kepada pendemo anti-pemerintah di Libya pada tahun 2011.

Senussi juga dituduh bertanggung jawab atas serangkaian pembantaian lebih dari 1.000 tahanan di penjara Abu Salim di ibukota, Tripoli, Libya pada tahun 1996.

Selama delapan bulan, pada tanggal 20 Oktober, revolusi rakyat Libya akhirnya berhasil mengakhiri 42 tahun kekuasaan diktator Gaddafi.

Namun, Libya kini menjadi ajang bentrokan berdarah-darah antar pendukung dan penentang sistem federal pemerintahan. Sebagian merencanakan membagi Libya menjadi negara independent ke dalam tiga pemerintahan daerah.

Libya pernah memakai sistem federal pada tahun 1951-1963 di bawah pemerintahan Raja Idris, ketika negara itu dibagi menjadi tiga unit - Cyrenaica, Tripolitania, dan Fezzan.

Namun, Dewan Transisi Nasional (SNC) negeri itu menentang usulan untuk membentuk sistem federal. [Islam Times/on/Press TV]