Tuesday 28 February 2012 18:38
Share/Save/Bookmark
Hegemoni Global
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi pada Belarusia
Islam Times- Kesembilan belas orang itu akan menambahkan jumlah 210 orang yang telah masuk dalam daftar hitam selama aksi penindasan oleh rezim Lukashenko kepada masyarakat sipil, oposisi politik, dan media independen berlangsung.
Uni Eropa Jatuhkan Sanksi pada Belarusia

Uni Eropa menjatuhkan sanksi baru kepada Belarusia sebagai protes terhadap represi berlanjut yang dilakukan oleh rezim Presiden Alexander Lukashenko.

Pertemuan para menteri urusan Eropa di Brussels sepakat untuk membekukan aset dan pencekalan visa terhadap 21 pejabat senior, 19 hakim dan dua pejabat polisi yang dianggap terlibat gerakan melumpuhkan oposisi. Identitas mereka akan dirilis kemudian.

Kesembilan belas orang itu akan menambahkan jumlah 210 orang yang telah masuk dalam daftar hitam selama aksi penindasan oleh rezim Lukashenko kepada masyarakat sipil, oposisi politik, dan media independen berlangsung.

Para diplomat mengatakan langkah untuk memasukkan pengusaha penting Belarusia Yuri Chizh, yang merupakan pemilik klub sepak bola Dinamo Minsk yang dekat dengan Lukashenko, dibatalkan dengan keberatan dari Slovenia, dengan siapa ia baru-baru ini menandatangani kesepakatan pembangunan besar.

Uni Eropa di masa lalu juga telah membekukan aset tiga entitas terkait dengan rezim itu sementara ekspor senjata dan bahan yang dapat digunakan untuk represi internal ke Belarusia dilarang.

Langkah-langkah terbaru terhadap Belarusia diambil pada bulan Desember menyusul pengadilan kontroversial aktivis HAM Ales Beliatsky. Dia adalah pemimpin kelompok "Vyasna" (Pergerakan), kelompok hak asasi manusia dan penentang terkemuka Lukashenko, yang memerintah republik bekas Soviet itu sejak 1994.

Republik Belarus atau Belarusia adalah sebuah negara di Eropa Timur dengan ibu kota Minsk. Negara ini secara administratif terbagi menjadi 6 provinsi (voblast) dan sebuah kota khusus. Dari 2005, muncul gerakan di Belarus untuk bersatu kembali dengan Rusia. Pada November 2005, sebuah rancangan konstitusi dikirim ke Vladimir Putin dan Lukashenko untuk direstui.

Bersama dengan yang lainnya, gerakan ini ialah bagian dari rencana 1996 yang diciptakan oleh Lukashenko dan mantan Presiden Rusia Boris Yeltsin untuk menciptakan persatuan antara kedua negara. [Islam Times/on/ant/AFP]
kode topik : 141577
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email