Iran
Saudi Arabia
Bahrain
Suriah
Irak
Palestina
Kuwait
Qatar
Yaman
Libanon
Zionis
Yordania












ruang terkait

edisi web

dalam » Berita » Irak

Buronan Hashemi

Irak Desak Qatar Serahkan Buronan Tareq al-Hashemi

3 Apr 2012 0:19

Islam Times- Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Hashemi, buronan wakil presiden Irak itu meninggalkan wilayah Kurdistan Irak, Minggu pagi, menuju Doha atas undangan pemerintah Qatar.


Pemerintah Irak dilaporkan menyesalkan tindakan Qatar yang menyambut buronan Tareq al-Hashemi, mengatakan sebagai bentuk tindakan yang tidak dapat diterima dan mendesak kepada Doha utuk menyerahkan buronan negara kepada pemerintah Irak.

"Negara Qatar menerima buronan, ini tindakan yang tidak dapat diterima. Dan Qatar harus mundur dari sikap ini, serta mengembalikannya ke Irak," kata Wakil Perdana Menteri Irak Hussein al-Shahristani hari Senin, 02/04/12 saat konferensi pers di Baghdad.

Shahristani juga mengecam wilayah pemerintahan Kurdistan Irak yang meloloskan Hashemi meninggalkan negara, dikatakannya tindakan itu jelas menentang hukum dan keadilan.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Hashemi, buronan wakil presiden Irak itu meninggalkan wilayah Kurdistan Irak, Minggu pagi, menuju Doha atas undangan pemerintah Qatar.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Hashemi dijadwalkan akan bertemu Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassem bin Jabr al-Thani.

Sementara itu secara terpisah, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki kepada pers pada hari Minggu mengatakan, Hashemi "adalah buronan negara anggota Liga Arab, dan dia tidak boleh diterima, khususnya membawa gelar wakil presiden."

Perkembangan muncul beberapa minggu setelah Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan pada tanggal 4 Maret lalu, Hashemi kemungkinan melarikan diri dari Irak menuju wilayah Kurdistan.

Hashemi dituduh terlibat dalam serangan bom yang menargetkan para pejabat pemerintah dan keamanan selama beberapa tahun terakhir, termasuk pemboman mobil 2011 November di ibu kota Baghdad yang juga ditargetkan kepada Perdana Menteri Nouri al-Maliki.

Pada tanggal 19 Desember 2011, sebuah komite investigasi di lingkungan Departemen Dalam Negeri Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Hashemi setelah tiga pengawalnya mengaku menerima perintah darinya untuk melakukan serangan teroris. Hashemi kemudian melarikan diri ke wilayah Kurdistan.

Hashemi menyangkal tuduhan dan menyerukan rujukan kasusnya ke wilayah Kurdistan, tetapi peradilan Irak telah menolak permintaannya. [Islam Times/on/Press TV]

Lihat tayangan videonya:

Unduh video;