Saturday 6 February 2010 08:05
Share/Save/Bookmark
Netanyahu Beritahukan Menterinya untuk Intip Suriah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan Sekretaris Kabinet Tzvi Hauser untuk memanggil semua menteri pemerintah Kamis dan menyuruh mereka untuk menahan diri dari membuat komentar apapun yang berhubungan dengan Suriah.
Netanyahu dan Lieberman
Netanyahu dan Lieberman




Langkah ini mengikuti ketegangan vis-à-vis Damaskus dalam beberapa hari ini.

Sebelumnya hari Kamis, perdana menteri Israel berbicara dengan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman di belakang ancaman terbaru diarahkan Lieberman pada rezim Suriah.

Netanyahu dan Lieberman kemudian mengeluarkan pernyataan bersama, mengatakan "Israel mencari perdamaian dan ingin terlibat dalam negosiasi politik dengan Suriah, tanpa pra-kondisi. Namun demikian, Israel akan terus keras dan tegas menanggapi setiap ancaman potensial."

Sementara itu hari Kamis, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak juga mencoba untuk meredakan ketegangan yang sedang tumbuh.

AS mendesak Suriah, Israel untuk menahan diri
Ketika ketegangan terus meningkat antara Damaskus dan Tel Aviv, Amerika Serikat mendesak Suriah dan Israel untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan.

Surat kabar Al-Sharq al-Awsat pada hari Jumat mengutip sumber-sumber di Washington yang membahas ketegangan, dan menyerukan Suriah untuk "menahan diri dan tidak mengambil langkah apapun yang akan menghambat kelancaran perundingan."

Menurut sumber laporan, menambahkan bahwa "Washington sedang bekerja serius terhadap memperbarui pembicaraan damai dengan cepat, dan dengan semua saluran," termasuk antara Israel dan Suriah.

Selain itu, sumber menyatakan bahwa "ada isu-isu yang masih tertunda, dan merupakan penyebab keprihatinan Suriah," yang kata mereka akan ditangani oleh Duta Besar Amerika untuk Damaskus, Robert Ford, segera setelah pengangkatannya disetujui oleh Senat.

Sementara itu, makalah ini juga mengutip para pejabat Suriah yang menanggapi komentar yang dibuat oleh Lieberman, yang mengancam akan menjatuhkan rezim Presiden Suriah Bashar Assad kalau terjadi perang dengan Israel.

Menurut laporan, para pejabat Suriah percaya "alasan pernyataan ini mungkin merupakan pesan Lieberman untuk disampaikan pada inner Israel" atau apa yang mereka sebut "untuk menutupi kurangnya kemampuan pemerintah Israel saat ini dalam menghayati komitmen atas seruan untuk adil dan inklusif dalam proses perdamaian. " [IslamTImes/R]
kode topik : 19888
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email