Rusia menolak keras seruan negara-negara Arab dan Barat yang memaksakan batas waktu kepada pemerintah Suriah untuk melaksanakan proposal perdamaian yang diusulkan utusan khusus PBB Kofi Annan. Press TV melaporkan, Senin, 02/04/12.
"Ultimatum dan tenggat waktu artifisial jarang membantu masalah," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Senin.
Lavrov juga mengatakan bahwa setiap batasan kepatuhan pemerintah Suriah sebagai opsi perdamaian harus ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB.
"Annan membawa mandat Dewan Keamanan dan terserah kepada Dewan Keamanan PBB untuk memutuskan siapa yang memenuhi rencana ini dan bagaimana," kata Lavrov.
Enam poin proposal perdamaian Annan, antara lain, segera mengakhiri kekerasan di Suriah, gencatan senjata selama dua jam setiap hari, memberikan akses media ke titik bermasalah, dan dialog politik antara pemerintah dan oposisi.
Para menteri luar negeri dari sekitar 70 negara-negara Barat dan Arab yang menghadiri apa yang disebut Pertemuan "Sahabat Suriah" di Istanbul, Minggu, sepakat untuk meminta kepada PBB memberikan batas waktu kepada Assad.
Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret 2011 dan banyak orang, termasuk pasukan keamanan, telah tewas dalam kekerasan. [Islam Times/on/Press TV]