Kemenlu Lebanon mengatakan bahwa tantangan terbesar untuk resolusi internasional berasal dari Israel itu sendiri, mencatat bahwa pelanggaran Israel terhadap resolusi tersebut melampaui jumlah 6.000 sejak tahun 2006.
"Salah satu pelanggaran terbaru adalah penculikan Rabih Mohammad Zahra dari tanah Lebanon pada hari Minggu," kata pernyataan yang dibacakan. Kementerian Luar Negeri menambahkan bahwa jika Feltman menyerukan Israel agar menarik diri dari wilayah Lebanon maka tidak akan ada kekhawatiran mengenai pelaksanaan resolusi.
Feltman telah menyatakan dalam laporannya yang menunjukkan adanya jumlah besar senjata yang diselundupkan ke Hizbullah di Selatan, yang merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. "Kami tidak menemukan keseriusan dalam pelaksanaan resolusi ini di Libanon selatan. Sejujurnya, ini merupakan sumber keprihatinan," katanya. [IslamTimes/R]