"Pernyataan Kouchner bertentangan dengan laporan UNIFIL, yangmana Perancis di antara kesatuan itu, tentang agresi setiap hari Israel terhadap Lebanon dan pelanggaran kedaulatannya," kata Hizbullah dalam siaran pers yang dikeluarkan pada hari Jumat.
Menurut gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, pernyataan resmi Perancis "jelas membawa gema bagi suara Israel dan penyangkalan penuh untuk sejarah Perancis dan warisan dalam melawan agresi serta pendudukan."
"Sikap ini merupakan upaya untuk membebaskan Israel dan untuk menutupi pelanggaran tanpa henti kedaulatan Libanon, hal yang merupakan perisai bagi pendudukan dan dorongan untuk itu bagi melanjutkan agresinya."
Hizbullah lebih mendesak pemerintah Perancis untuk "memainkan peran sesuai dengan tanggung jawab, yang selalu mengklaim melaksanakannya, sehubungan dengan keamanan dan kedaulatan Lebanon."
Pada hari Jumat, Kouchner dilaporkan kepada Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri dan delegasi Lebanon bahwa Hizbullah dan bukannya Israel yang menjadi bahaya utama bagi Libanon dan kekhawatiran Lebanon atas serangan Israel merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.
"Israel adalah teman kita, dan jika ada ancaman ke Libanon, hal itu hanya akan datang dari petualangan militer yang dilakukan oleh Hizbullah demi kepentingan terbaik Iran," kata Kouchner.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran Ramin Mehman-parast mengutuk tuduhan Perancis, mencatat bahwa pengaruh Israel sudah jelas.
"Sudah jelas bagi semua bahwa rezim Zionis [Israel] adalah akar penyebab ancaman dan pendudukan. Serangan pada orang yang tidak bersalah ... setiap hari dan mereka merampas hak-hak dasar mereka," kata Juru Bicara Iran. [IslamTimes/R]