Thursday 22 March 2012 08:22
Share/Save/Bookmark
Teror di Perancis
3 Ledakan Di Tempat Persembunyian Tersangka Teror di Prancis
IslamTimes - Sebuah laporan mengatakan tiga ledakan telah terdengar di pinggiran kota Toulouse di luar tempat persembunyian dari seorang pria bersenjata yang diduga membunuh tujuh orang di kota Perancis barat daya.
Polisi Perancis
Polisi Perancis


Ledakan terjadi tepat sebelum tengah malam pada hari Rabu, setelah polisi mulai merazia apartemen tempat pria bersenjata itu telah bersembunyi sejak 03:00 pagi waktu setempat (0200 GMT), menurut laporan Reuters.

Ledakan juga merobek pintu apartemen, kata satu sumber polisi seperti dikutip.

Wakil wali kota Toulouse menegaskan bahwa negosiasi telah berakhir.

Serangan tersebut terjadi setelah beberapa jam upaya - gagal - untuk berbicara dengan tersangka, yang diidentifikasi sebagai Mohamed Merah 24-tahun, agar menyerahkan diri telah berakhir.

Pria bersenjata itu menembak melalui pintu kea rah polisi saat mereka mencoba menyerbu apartemennya di dini hari Rabu.

Merah dicurigai membunuh seorang rabi dan putranya 3-tahun dan 6 tahun dalam penembakan di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse. Anak perempuan 10 tahun dari kepala sekolah juga tewas dalam insiden dan orang kelima menderita luka-luka.

Polisi Prancis mengaitkan dengan dua serangan penembakan minggu lalu, dimana tiga tentara keturunan Afrika Utara atau Karibia telah tewas.

Sumber-sumber kepolisian mengatakan pistol yang sama telah digunakan dalam semua serangan dan bahwa modus operandi pembunuhan menunjukkan keterlibatan militer yang terlatih.[IT/r]
kode topik : 147401
kirimkan topik ini kepada kawan
kirimkan topik ini kepada kawan
terima file dimaksud
terima file dimaksud
ruang terkait
ruang terkait
adres email :
pandangan anda :
tunjuk alamat email

2012-05-06 13:17:22
Mungkin kita juga tidak bisa hanya memandang maaalsh ini hanya sebatas dari hukum/aturan internasional. khadafi tindakan keberutalannya kepada warga negaranya sendiri karena ingin meredam pemberontakan yang sedang terjadi di Libya ,tp mungkin dengan cara yang salah.tidak semua warga libya bersikap kontra terhadap rezim pemerintahan libya, malahan ada yang tetap loyal membela khadafi sampai rela kehilangan nyawanya.hal serupa juga pernah terjadi di indonesia di daerah aceh, yang pada saat itu sekelompok orang membentuk organisasi militer (GAM) untuk berusaha memerdekakan/memisahkan daerahnya dari pemerintah Indonesia. pemerintah juga dalam hal ini melakukan tindak kekerasan untuk meredam aksi pemberontakan dengan cara memberlakukan jam malam kepada warga aceh dan terjadi banyak pelanggaran HAM di sana, beruntungnya hal ini tidak terlalu mendapat perhatian dunia internasional sehingga Indonesia tdk mendapatkan sanksi seperti Libya.sejatinya kita hanya selalu memandang sesuatu hanya dari sudut pandang mayoritas.