Islam Times 2 Apr 2019 162019000000Tue, 02 Apr 2019 16:01:42 -0400 16:01 https://www.islamtimes.org/id/news/786457/bbc-bagi-erdogan-pilkada-kali-ini-adalah-soal-kelangsungan-hidup -------------------------------------------------- Title : BBC: Bagi Erdogan, Pilkada Kali Ini Adalah Soal Kelangsungan Hidup -------------------------------------------------- Islam Times - Menurut analisis Mark Lowen, koresponden BBC Turki, Presiden Erdogan menggambarkan pemilihan daerah kali ini adalah soal kelangsungan hidup dan kini dia mengalami pukulan yang menyakitkan. Text : Untuk pertama kali dalam seperempat abad, partainya kehilangan kendali di ibu kota Turki, Ankara, kata Mark Lowen, Selasa, 02 April 2019. Kemudian di Istanbul yang merupakan kekuatan ekonomi Turki, ada perbedaan tipis antara Partai AK yang berkuasa dan partai oposisi, tambahnya. Sebagaimana ditunjukkan perhitungan resmi, ada selisih kurang dari 3.000 suara antara kedua kandidat di kota berpendudul 18 juta orang ini. Keduanya sama-sama mengklaim telah menang. Namun perhitungan terhenti ketika lebih dari 1% kotak suara belum dibuka. Ini taktik, kata kubu oposisi, untuk mencuri kemenangan. Ini bisa jadi momen menentukan bagi presiden Turki yang penuh kuasa: tatkala oposisi yang lama dipandang sekarat merasa dia bisa dikalahkan. Ini adalah pilkada pertama sejak Erdogan mendapat banyak kewenangan melalui pemilihan presiden tahun lalu. Partai AK telah memenangi setiap pemilu sejak berkuasa pada 2002. Lantaran banyak media propemerintah atau dikendalikan pendukung Erdogan, sejumlah kritikus meyakini kubu oposisi berkampanye dalam posisi tidak menguntungkan. Partai Rakyat Demokratis (HDP) yang pro-Kurdi, mengatakan pemilihan berjalan tidak adil dan menolak menempatkan kandidat di sejumlah kota. Beberapa pemimpinnya dipenjara atas dakwaan terorisme, tuduhan yang mereka tolak. Pawai Erdogan mendominasi berita di televisi. Dalam salah satu pawai, Sabtu lalu, presiden meyakinkan para pemilih dan para pendukung partainya bahwa semuanya dalam kendali. "Saya adalah bos ekonomi sekarang sebagai presiden negara ini," ujarnya seraya menyalahkan negara-negara Barat, terutama AS, atas guncangan ekonomi yang dialami Turki. [IT/Detik]