Islam Times 21 Aug 2018 162018000000Tue, 21 Aug 2018 16:04:16 -0400 16:04 https://www.islamtimes.org/id/news/745732/taliban-bebaskan-160-warga-sipil-yang-diculik-di-afghanistan -------------------------------------------------- Title : Taliban Bebaskan 160 Warga Sipil yang Diculik di Afghanistan -------------------------------------------------- Islam Times - "Kami ingin menyampaikan pesan kuat kepada pemerintah (Afghanistan-red) bahwa kami bisa melancarkan banyak serangan dan mengalahkan mereka di semua level," klaim salah satu komandan Taliban yang enggan disebut namanya. Text : Kelompok Taliban dilaporkan telah membebaskan 160 warga sipil yang diculik dari tiga bus di wilayah Afghanistan bagian utara. Sekitar 200 penumpang bus kebanyakan anak-anak dan wanita itu diculik dan dijadikan sandera oleh Taliban di dekat Provinsi Kunduz pada Senin (20/8) waktu setempat. Bus-bus itu dicegat Taliban saat tengah melaju ke ibu kota Kabul. "Lebih dari 160 warga sipil telah tiba di rumah dengan selamat, tapi sedikitnya 20 tentara dan polisi dibawa ke lokasi yang dirahasiakan oleh Taliban," sebut anggota dewan provinsi Kunduz, Ghulam Rabani Rabani, seperti dilansir Reuters, Selasa (21/8/2018). Menurut Reuters, para penumpang bus itu terdiri dari 170 warga sipil dan 20 tentara dan polisi Afghanistan. Dua komandan Taliban telah mengonfirmasi pembebasan warga sipil itu dan menahan para polisi dan tentara sebagai sandera. "Kami ingin menyampaikan pesan kuat kepada pemerintah (Afghanistan-red) bahwa kami bisa melancarkan banyak serangan dan mengalahkan mereka di semua level," klaim salah satu komandan Taliban yang enggan disebut namanya. Pembebasan warga sipil ini diumumkan Taliban setelah sejumlah roket meledak di dekat area diplomatik Kabul. Ledakan terjadi saat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sedang memberikan pidato dalam seremoni salat Idul Adha. Sementara itu, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nusrat Rahimi, menyebut sejumlah roket jatuh di dekat Istana Kepresidenan Afghanistan dan sekitar kompleks diplomatik asing serta gedung pemerintahan di Kabul. Tidak jelas siapa dalang di balik serangan roket itu. Dua hari sebelumnya, Taliban menolak tawaran Presiden Ghani untuk melakukan gencatan senjata selama tiga bulan, yang dimulai sejak dengan libur Idul Adha besok. Menurut dua komandan Taliban, pemimpin mereka, Haibatullah Akhunzada, menolak tawaran gencatan senjata karena hal itu hanya akan membantu misi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. [IT/Detik]