Islam Times 21 Nov 2022 042022000000Mon, 21 Nov 2022 04:32:43 +0330 4:32 https://www.islamtimes.org/id/news/1025859/inggris-senjata-yang-dikirim-ke-ukraina-bisa-berakhir-pada-teroris -------------------------------------------------- Inggris dan Konflik Ukraina: Title : Inggris: Senjata yang Dikirim ke Ukraina Bisa Berakhir pada 'Teroris'  -------------------------------------------------- IslamTimes - Polisi Inggris sedang mencari pistol, senapan mesin, dan granat yang diselundupkan dari zona konflik, kata kepala Badan Kriminal Nasional. Text : Senjata Barat dapat diperdagangkan keluar dari Ukraina dan ke tangan penjahat dan teroris, kata Direktur Jenderal Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) Graeme Biggar kepada Sunday Times. Sebelumnya, Moskow memperkirakan bahwa hingga $1 miliar senjata disalurkan keluar dari Ukraina setiap bulan. “Seperti halnya konflik apa pun, ketika senjata masuk, ada risiko pukulan balik,” kata Biggar pada hari Minggu. “Di akhir konflik, ada kelebihan senjata yang jatuh ke tangan penjahat atau teroris.” Biggar, yang mengambil alih pucuk pimpinan NCA pada bulan Agustus, mengatakan bahwa polisi di Inggris dan Eropa mengawasi pistol, senapan mesin, dan granat yang muncul di jalanan. Meskipun menerima jaminan dari kepala polisi nasional Ukraina bahwa senjata Barat diperhitungkan, dia mengatakan bahwa Europol dan lembaga penegak hukum Eropa lainnya “semuanya sedang mencari ini.” Biggar mengatakan bahwa NCA belum melihat adanya bukti penjahat memperoleh senjata dari Ukraina. Namun, Interpol dan Europol sama-sama memperingatkan bahwa senjata pasti akan meninggalkan negara itu dan berakhir di pasar gelap. Pendukung Barat Ukraina telah mengakui bahwa mereka tidak dapat melacak sebagian besar pengiriman senjata mereka begitu mereka memasuki negara itu, dan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bulan lalu bahwa hingga $1 miliar senjata ini disalurkan dari Ukraina ke penjahat dan kelompok teror di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara setiap bulan. Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali memperingatkan bahwa dengan mengirimkan senjata senilai puluhan miliar dolar ke Ukraina, Barat menjadikan dirinya sebagai peserta de-facto dalam konflik tersebut. Bulan lalu, Putin mengklaim bahwa "kelompok kriminal lintas batas" telah memperoleh "senjata ampuh, termasuk sistem pertahanan udara portabel dan senjata presisi" dari Ukraina.[IT/r]