Islam Times 30 Nov 2021 152021000000Tue, 30 Nov 2021 15:49:14 +0330 15:49 https://www.islamtimes.org/id/news/966161/sayyid-al-houthi-mengecam-kejahatan-brutal-saudi-di-hudaydah-yaman -------------------------------------------------- Invasi Saudi Arabia di Yaman: Title : Sayyid Al-Houthi Mengecam Kejahatan Brutal Saudi di Hudaydah Yaman -------------------------------------------------- IslamTimes - Pemimpin Gerakan Ansarullah Yaman Sayyed Abdul-Malik al-Houthi mengecam kejahatan brutal Agresi Saudi di kota pantai barat Hudaydah. Text : Berbicara dalam pertemuan dengan delegasi para pemimpin suku Al-Bayda di ibukota Sana a pada Senin (29/11) malam, Sayyed al-Houthi memperingatkan terhadap konspirasi yang tenang dan upaya memecah belah oleh musuh untuk menetapkan kendali mereka atas Yaman.   "Musuh berusaha mendominasi orang Yaman melalui hasutan hasutan dan divisi," katanya.   Pemimpin Yaman lebih lanjut menggarisbawahi bahwa "pertemuan dan reuni di antara orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat benar-benar menunjukkan tingkat persaudaraan, kerja sama dan pemahaman dalam negara Yaman. Peluangnya sudah matang untuk mendorong promosi persaudaraan, kerja sama dan kedamaian sosial untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di provinsi al-Bayda."   "Kita ingin meenciptakan perdamaian nasional dan menyelesaikan perselisihan yang masih ada ... kami ingin pemerintah dan bangsa untuk bekerja bersama untuk menyediakan layanan sipil," kata kepala Ansarullah.   Sayyed al-Houthi juga menunjuk ke peringatan evaluasi pasukan Inggris kolonial dari Yaman, menekankan bahwa 30 November menandai halaman terang dalam sejarah bangsa Arab.   Di tempat lain dalam sambutannya, pemimpin Ansaraullah juga mengutuk eksekusi sepuluh tahanan oleh militan takfiri yang disponsori Saudi di Hudaydah, menggambarkannya sebagai "kejahatan keji" dan pelanggaran terang-terangan dari hukum humaniter internasional.   Menurut Abdulqader al-Morthadha, kepala komite untuk urusan tahanan di pemerintahan keselamatan nasional Yaman, tantara bayaran Saudi membunuh para korban dan memutilasi tubuh mereka pada 13 November.   Lima tahanan adalah penduduk Provinsi Hudaydah Yaman, sedangkan sisanya masing-masing dari provinsi Hajjah dan Mahwit.[IT/r]