Islam Times 2 May 2019 002019000000Thu, 02 May 2019 00:18:33 -0400 0:18 https://www.islamtimes.org/id/article/791705/winter-is-coming-abu-bakr-al-baghdadi -------------------------------------------------- Title : Winter Is Coming Abu Bakr al-Baghdadi -------------------------------------------------- Islam Times - Janggut panjang warna abu-abu dan merah diujung menggelayuti dagunya, mengenakan jubah hitam beserta rompi warna krem, kepala dibalut serban semacam kufiya warna hitam, dia nampak duduk diatas sebuah bantalan dengan tenang. Belakang tempat dia bersandar sebuah tembok warna putih. Text : Disamping sebelah kanannya, terdapat senapan mesin jenis AK-74 tersandar di dinding. Senapan serbu buatan Rusia itu sedikit terhalang oleh tumpukan dua bantal, yang nampak jelas hanya gagang senjata warna coklat dan pucuk senjata warna hitam. Seperti biasanya, dengan gaya bahasa yang lugas, dia berbicara dengan tiga pria yang duduk di sebelah kirinya dengan masing-masing wajah tertutup dan dikaburkan. Dia, pemimpin utama kelompok Takfiri ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi yang tiba-tiba muncul untuk pertama kalinya setelah lima tahun menghilang dalam sebuah postingan video yang dirilis oleh media ISIS, al-Furqan pada Senin, 29/04/19. Kepada para pria yang nampak setia itu, dia mengakui kekalahan ISIS di Suriah dan Irak, namun dia bersumpah bahwa pertempuran panjang sedang menunggu di depan. Dalam percakapan video itu, al-Baghdadi mengklaim pemboman Hari Paskah di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 250 orang. Menurutnya, pemboman mematikan itu adalah bagian dari pembalasan yang menanti Barat. Berbagai media sempat mengklaim tentang kematian al-Baghdadi beberapa tahun terakhir ini, namun keberadaannya tetap menjadi misteri, mungkin hanya orang-orang di Pentagon yang tahu keberadaanya. Media juga menyebut, banyak pembantu utama al-Baghdadi tewas, meski satu atau dua dari beberapa komandan senior masih berkeliaran setelah dua tahun kehilangan medan perang di Suriah dan Irak. Menurut al-Hashd al-Shaabi, para komandan ISIS dan sisa-sisa kombatan menempati wilayah kecil di lembah Sungai Eufrat. Sebuah lembah yang pernah menjadi saksi sejarah peradaban imperium Babilon dan Assyria, sekaligus saksi bisu tempat pembantaian cucu Rasulullah Saw,-Imam Hussain as, keluarga dan sahabatnya,. Postingan ini adalah penampilan video pertamanya sejak al-Baghdadi pernah menyampaikan khotbah di Masjid al-Nuri di kota Mosul, Irak pada 2014. Dalam video itu, ia tampil sebagai sosok pemimpin "Khilafah", mengenakan jubah hitam dan janggut hitam rapih saat menyampaikan khotbah dari atas mimbar. Di Masjid al-Nuri itu, al-Baghdadi mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bersumpah setia pada kekhalifahan dan menaatinya sebagai pemimpin tunggal. Masjid yang dibangun pada akhir abad ke-12 itu kini tinggal puing-puing dan rongsokan, karena dihancurkan oleh ISIS pada 21 Juni 2017, dalam Pertempuran Mosul. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi waktu itu menyatakan bahwa penghancuran masjid al-Nuri merupakan "deklarasi kekalahan ISIS". Sejak itu, al-Baghdadi hanya merilis beberapa pesan audio melalui outlet media mereka, Amaq News Agency. Dalam video yang dirilis Senin itu, kepada tiga pria yang nampak tekun mendengar petuahnya, al-Baghdadi mengakui bahwa ISIS telah kalah perang terutama di distrik Baghouz, Suriah timur. Wilayah ini adalah sebuah potongan teritorial terakhir yang pernah dikuasai ISIS, yang ditangkap bulan lalu oleh Pasukan Demokratik Suriah dukungan AS. Jatuhnya Baghouz menandai kekalahan teritorial ISIS dan berakhirnya kisah petualangan kekhalifahan Islam di Suriah dan Irak. Tetapi, al-Baghdadi terus memompa semangat sisa-sisa kombatannya. Dia katakan bahwa pertempuran untuk Baghouz menunjukkan "kebiadaban dan kebrutalan" Barat dan "keberanian, ketabahan, dan ketahanan bangsa Islam". "Ketabahan ini mengejutkan hati Tentara Salib yang meningkatkan kemarahan mereka," kata al-Baghdadi. Mengacu pada kekalahan dalam pertempuran, al-Baghdadi menjelaskan, bahwa saudara-saudara dari pejuang yang jatuh, "akan membalas itu, karena mereka tidak akan lupa selama mereka masih memiliki darah di pembuluh, dan akan ada pertempuran setelah ini," tegasnya. Bahkan, al-Baghdadi secara khusus meminta kepada para pengikutnya untuk terus mengintensifkan serangan ke Prancis. Dia juga mengomentasi perkembangan terakhir di beberapa wilayah, terutama mengenai kemenangan pemilu Benjamin Netanyahu, jatuhnya diktator Abdelaziz Bouteflika dan Omar al-Bashir di Aljazair dan Sudan. Sejauh ini tidak jelas kapan atau di mana video itu direkam. Tapi, al-Baghdadi tampak sehat-sehat saja, meskipun saat berbicara terlihat pelan, dan terkadang terbata-bata. Video itu tampaknya hanya untuk memompa kembali moral para kombatan yang tinggal sisa-sisa. Bahkan dalam video itu al-Baghdadi menunjuk angka 92 serangan di delapan negara yang pernah dilakukan kelompoknya. Menurutnya, hal itu sebagai aksi pembalasan atas hilangnya wilayah cengkeraman di Suriah dan Irak, mengutip negara Sri Lanka, Libya dan Arab Saudi. Sayang, al-Bghadadi tidak menunjukkan bukti atas klaim besarnya itu. Tetapi, ini mungkin bagian terpenting dari pesan yang mau disampaikan lewat video itu, bahwa "Pertempuran kami hari ini adalah perang gesekan untuk merugikan musuh, dan mereka harus tahu bahwa jihad akan berlanjut sampai kiamat!," tegas al-Baghdadi. [IT] https://www.youtube.com/watch?v=Yko5IIOgaOo