Islam Times 24 Jul 2019 012019000000Wed, 24 Jul 2019 01:07:53 -0400 1:07 https://www.islamtimes.org/id/news/806664/jepang-tolak-gabung-koalisi-maritim-as-dan-inggris-di-teluk-persia -------------------------------------------------- Title : Jepang Tolak Gabung Koalisi Maritim AS dan Inggris di Teluk Persia -------------------------------------------------- Islam Times - Pemerintah Jepang pada Selasa, 23/07/19, dengan tegas menolak dan tidak akan mempertimbangkan pengiriman pasukan militer untuk koalisi maritim yang diusulkan AS dan Inggris dalam sebuah misi untuk melindungi jalur pelayaran maritim di Timur Tengah. Text : Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, tidak ada perubahan dalam sikap negara yang sebelumnya dinyatakan oleh Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya. "Itu adalah "seperti yang dikatakan Menteri Iwaya," kata juru bicara pemerintah Jepang itu. Menteri pertahanan Jepang sebeluknya pada Ahad lalu mengatakan, dia "tidak punya rencana" untuk mengirim Pasukan Bela Diri ke Timur Tengah untuk bergabung dengan koalisi militer yang dibayangkan oleh AS. Sumber mengatakan Amerika Serikat sedang berjuang untuk memenangkan dukungan sekutu-sekutunya untuk inisiatif meningkatkan pengawasan jalur pelayaran minyak Timur Tengah yang vital. Karena kekhawatiran akan konfrontasi dengan Iran, keterlibatan sekutu Washington kemungkinan akan terbatas pada personel dan peralatan angkatan laut yang sudah ada - dekat Selat Hormuz di Teluk Persia dan selat Bab al-Mandeb di Laut Merah. Menurut Inggris kedua Teluk itu adalah keamanan. Ketegangan dimulai setelah beberapa kapal tanker minyak, termasuk yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Jepang, secara mencurigakan ditargetkan di dekat Teluk Persia bulan lalu. Washington dan sekutu regionalnya, Arab Saudi dengan cepat menyalahkan Iran atas serangan yang mencurigakan itu. Namun, Iran membantah semua tuduhan dan memperingatkan Saudi atas bendera palsu oleh "pemain asing." Kepala pertahanan Jepang pada Selasa lalu juga mengatakan, tidak ada lagi serangan serupa, dan ancaman terhadap Jepang di daerah itu dianggap "dalam ketenangan sementara pada saat ini." Dia menyoroti pentingnya melanjutkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Media Jepang mengatakan proposal Washington itu bisa menjadi agenda selama kunjungan penasihat keamanan nasional John Bolton ke Tokyo. Bolton pada hari Senin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono, Iwaya dan penasihat keamanan nasional Shotaro Yachi. Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo mengatakan pada Senin, sebelum membuat keputusan tentang "apa yang harus dilakukan, Jepang ingin melakukan segala upaya untuk mengurangi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat." AS yang telah melakukan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran mendesak sekutunya untuk mengikutinya. [IT/Onh]