Islam Times 14 Oct 2020 132020000000Wed, 14 Oct 2020 13:10:55 -0400 13:10 https://www.islamtimes.org/id/news/891958/pbb-tolak-permohonan-saudi-untuk-bergabung-dengan-dewan-hak-asasi-manusia-karena-pelanggaran-ham -------------------------------------------------- Krisis HAM di Saudi Arabia: Title : PBB Tolak Permohonan Saudi untuk Bergabung dengan Dewan Hak Asasi Manusia karena Pelanggaran HAM -------------------------------------------------- IslamTimes - Arab Saudi gagal bergabung dengan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah sebuah organisasi non-pemerintah internasional meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menolak tawaran Riyadh. Text : Arab Saudi pada Selasa (13/10) hanya memenangkan 90 suara dari 193 surat suara yang memungkinkan untuk dapat bergabung dengan dewan 47 negara. Upaya gagal Riyadh untuk bergabung dengan dewan itu terjadi setelah Human Rights Watch (HRW) pada Kamis (8/10) mendesak para pemimpin dunia untuk memberikan suara menentang langkah tersebut. HRW menuduh Arab Saudi melakukan "pelanggaran HAM besar-besaran," dan menargetkan aktivis hak asasi manusia dan pembangkang politik. Organisasi yang bermarkas di New York itu juga menyebut Riyadh sebagai "pelanggar hak berantai" yang mengancam akan menarik dana bagi PBB untuk memaksanya mengeluarkan Riyadh dari daftar tahunan pembunuh anak. Angka resmi menunjukkan lebih dari 7.200 anak telah terbunuh atau terluka dalam serangan yang dipimpin Saudi di Yaman sejak 2015. "Pelanggar hak asasi tidak boleh diberi hadiah kursi di Dewan Hak Asasi Manusia," kata Louis Charbonneau, direktur PBB di HRW. "Ini tidak baik untuk hak asasi manusia atau untuk dewan hak ketika pelanggar hak asasi terburuk terpilih. Di antara tuduhan lainnya, HRW juga menyebut kurangnya akuntabilitas setelah pembunuhan dan mutilasi jurnalis terkenal Jamal Khashoggi di Arab Saudi di kedutaan kerajaan di Istanbul pada Oktober 2018. Sejak Maret 2015, ketika Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang dukungan Barat yang menghancurkan di Yaman, para peneliti Amnesty telah menyelidiki lusinan serangan udara dan berulang kali menemukan serta mengidentifikasi sisa-sisa amunisi buatan AS.[IT/r]