Islam Times 18 May 2020 232020000000Mon, 18 May 2020 23:41:11 -0400 23:41 https://www.islamtimes.org/id/news/863454/iran-siapkan-skenario-terburuk-dalam-menghadapi-as -------------------------------------------------- Title : Iran Siapkan Skenario Terburuk dalam Menghadapi AS -------------------------------------------------- Islam Times- Ali Rabiei membuat pernyataan dalam briefing berita mingguan pada hari Senin ketika ditanya tentang kemungkinan reaksi Iran jika Amerika Serikat berusaha untuk memblokir perjalanan kapal-kapal tanker Iran menuju Venezuela. Text : Juru bicara pemerintah Iran mengatakan Republik Islam siap untuk skenario terburuk dalam konfrontasinya saat ini dengan AS mengenai kapal tanker Iran yang mengirimkan bahan bakar dan minyak ke Venezuela, menekankan bahwa hubungan Tehran-Caracas bukan bisnis negara lain. Ali Rabiei membuat pernyataan dalam briefing berita mingguan pada hari Senin ketika ditanya tentang kemungkinan reaksi Iran jika Amerika Serikat berusaha untuk memblokir perjalanan kapal-kapal tanker Iran menuju Venezuela. "Menteri luar negeri kami telah mengeluarkan peringatan yang diperlukan dan masalah ini juga telah dibahas oleh pemerintah [Iran] dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Kami berharap bahwa AS tidak akan membuat kesalahan seperti itu, tetapi dalam hal apa pun, kami akan mempertimbangkan semua kemungkinan dan siap untuk skenario terburuk, ungkapnya. Iran mengirim berton-ton bahan bakar ke Venezuela yang bertentangan dengan sanksi AS terhadap kedua negara dalam langkah simbolis yang dijamin oleh kecakapan rudal Teheran. Laporan pengiriman bahan bakar Iran ke Venezuela dalam menghadapi sanksi AS terhadap kedua sekutu telah membuat marah Amerika Serikat, dengan satu pejabat mengancam untuk mengambil "langkah-langkah" terhadap pembangunan "yang tidak disukai". Seorang pejabat senior dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan langkah-langkah terhadap Iran dalam menanggapi pengiriman bahan bakar. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonimitas.(IT/TGM)