Islam Times 3 Dec 2021 162021000000Fri, 03 Dec 2021 16:25:26 +0330 16:25 https://www.islamtimes.org/id/news/966677/who-mendesak-asia-pasifik-untuk-bersiap-di-tengah-kasus-omicron-as -------------------------------------------------- AS dan COVID 19: Title : WHO Mendesak Asia-Pasifik untuk Bersiap di Tengah Kasus Omicron di AS -------------------------------------------------- IslamTimes - Negara-negara Asia-Pasifik harus meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan mereka dan memvaksinasi orang-orang mereka sepenuhnya untuk mempersiapkan lonjakan kasus COVID-19 yang meningkat oleh varian Omicron, kata pejabat di Organisasi Kesehatan Dunia [WHO] pada hari Jumat (3/12), seperti yang dilaporkan Amerika Serikat setidaknya 10 kasus baru varian di setidaknya lima negara bagian. Text : “Pengendalian perbatasan dapat mengulur waktu, tetapi setiap negara dan setiap komunitas harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru,” Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik barat, mengatakan pada konferensi pers virtual dari Manila. “Sejauh ini informasi yang tersedia menunjukkan bahwa kami tidak perlu mengubah pendekatan kami,” tambah Kasai ketika dia mengatakan kepada negara-negara untuk bersiap menghadapi “transmisi tinggi” Omicron. “Masyarakat seharusnya tidak hanya mengandalkan tindakan perbatasan. Yang paling penting adalah mempersiapkan varian ini dengan potensi penularan yang tinggi. Sejauh ini informasi yang tersedia menunjukkan bahwa kami tidak perlu mengubah pendekatan kami,” kata Kasai. Sebelumnya, negara bagian New York dan Hawaii di AS telah melaporkan kasus pertama virus corona jenis Omicron, saat AS menerapkan langkah-langkah baru untuk memerangi COVID-19. New York menjadi negara bagian keempat yang mengkonfirmasi kasus jenis baru, sementara Hawaii adalah yang kelima dengan total setidaknya 10 kasus yang sekarang dilaporkan di seluruh AS, termasuk kasus kedua di California. Varian baru mulai mendapatkan pijakan di Asia minggu ini, dengan kasus dilaporkan dari Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan India. Banyak pemerintah telah menanggapi dengan memperketat aturan perjalanan. [IT/r]