Islam Times 20 Apr 2021 092021000000Tue, 20 Apr 2021 09:14:17 -0400 9:14 https://www.islamtimes.org/id/news/928183/perdana-menteri-palestina-aktivitas-pemukiman-israel-harus-dihentikan -------------------------------------------------- Palestina vs Zionis Israel: Title : Perdana Menteri Palestina: Aktivitas Pemukiman Israel Harus Dihentikan -------------------------------------------------- IslamTimes - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan perlu menghentikan segera skema perluasan pemukiman baru Zionis Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Text : Selama beberapa bulan terakhir, otoritas Zionis Israel telah mendukung rencana pembangunan 12.000 unit pemukim di berbagai bagian Tepi Barat yang diduduki, selain legalisasi beberapa pos pemukiman terdepan. Berbicara pada pertemuan kabinet mingguan di Ramallah, kursi Otoritas Palestina, Shtayyeh mengatakan perluasan pemukiman merusak prospek pembentukan negara Palestina yang layak, kantor berita resmi Wafa melaporkan pada hari Senin (19/4). Skema penyelesaian melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, menteri itu menyoroti. Zionis Israel menyetujui ribuan unit baru di pemukiman Tepi Barat Resolusi tersebut mengatakan permukiman Zionis Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds merupakan "pelanggaran mencolok di bawah hukum internasional." Rezim tersebut telah meningkatkan pembangunan permukiman terutama sejak mantan Presiden AS Donald Trump menjabat pada Desember 2016. Shtayyeh juga menyerukan perlindungan jamaah Palestina di Masjid al-Aqsa selama bulan puasa Ramadhan. Pemukim Zionis Israel sering mengganggu ritual Muslim di sana tepat di bawah pengawasan pasukan militer rezim. Jemaah Palestina memiliki akses terbatas ke masjid karena pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas Israel. Sejak 1967, Zionis Israel telah membangun lebih dari 230 permukiman di wilayah Palestina yang diduduki di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds. Di bagian lain dalam sambutannya, perdana menteri Palestina menunjuk pada pemilihan 22 Mei yang telah lama ditunggu. Faksi kunci Palestina, termasuk Fatah dan Hamas, telah mencapai kesepakatan agar pemungutan suara berlangsung di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang terkepung. Masih harus dilihat apakah orang-orang Palestina di Yerusalem Timur al-Quds akan dapat memberikan suara. Para pemimpin Palestina ingin pemilu diadakan di timur.