Islam Times 3 Dec 2022 032022000000Sat, 03 Dec 2022 03:49:48 +0330 3:49 https://www.islamtimes.org/id/news/1028156/kremlin-persyaratan-biden-untuk-pembicaraan-damai-tidak-dapat-diterima -------------------------------------------------- Rusia - AS: Title : Kremlin: Persyaratan Biden untuk Pembicaraan Damai Tidak Dapat Diterima  -------------------------------------------------- IslamTimes - Rusia lebih memilih jalur diplomatik untuk menyelesaikan krisis di Ukraina, tetapi tidak akan tunduk pada prasyarat AS untuk negosiasi, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (2/12). Text : Rusia tidak akan menarik pasukan dari Ukraina sebelum memulai negosiasi, kata Dmitry Peskov Tuntutan Presiden AS Joe Biden bahwa "pembicaraan hanya akan mungkin dilakukan setelah [Presiden Rusia Vladimir] Putin meninggalkan Ukraina," adalah sesuatu yang tidak akan diterima Moskow, kata pejabat itu. “Operasi militer khusus terus berlanjut. Yang mengatakan, Presiden Putin, sedang, dan akan terbuka untuk kontak untuk pembicaraan. Tentu saja, jalan yang lebih disukai untuk mengamankan kepentingan kita adalah diplomasi damai,” jelas Peskov. Dia menanggapi pertanyaan tentang pernyataan yang dibuat Biden pada hari Kamis (1/12) saat konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sedang berkunjung. “Saya siap untuk berbicara dengan Tuan Putin jika memang ada kepentingan dia memutuskan dia sedang mencari cara untuk mengakhiri perang. Dia belum melakukannya,” kata pemimpin AS itu. Biden mengklaim bahwa satu-satunya "cara untuk mengakhiri perang ini [adalah] cara yang rasional: Putin menarik diri dari Ukraina." Peskov menilai hanya ada sedikit ruang bagi Washington dan Moskow untuk bernegosiasi tentang Ukraina saat ini. “AS masih tidak mengakui wilayah baru [sebelumnya Ukraina] yang bergabung dengan Federasi Rusia, dan tentu saja itu membuat pencarian kemungkinan dasar untuk diskusi jauh lebih sulit,” katanya. Di tengah konflik yang sedang berlangsung, empat wilayah bekas Ukraina bergabung dengan Rusia setelah referendum. Kiev menolak pemungutan suara sebagai "palsu" dan berjanji untuk terus memerangi Rusia sampai pasukannya didorong ke posisi pra-2014. Biden berjanji akan mempersenjatai dan mendanai militer Ukraina "selama diperlukan".[IT/r]