Islam Times 5 Dec 2020 012020000000Sat, 05 Dec 2020 01:57:12 -0500 1:57 https://www.islamtimes.org/id/news/901688/pbb-didesak-untuk-menangani-terorisme-di-iran-seperti-prancis-dan-austria -------------------------------------------------- Title : PBB Didesak Untuk Menangani Terorisme Di Iran Seperti Di Prancis Dan Austria -------------------------------------------------- IslamTimes- Ali Bagheri Kani menulis bahwa kelambanan atas tindakan teroris dan kriminal ini dan kegagalan untuk menyoroti dalam laporan PBB yang relevan akan mempertanyakan kredibilitas laporan tersebut dan dapat dianggap memberikan legitimasi untuk terorisme. Text : Iran telah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Hak Asasi Manusia untuk menghentikan pendekatan "selektif" mereka dan mengutuk pembunuhan baru-baru ini terhadap ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh sebagai tindakan terorisme. Dalam surat terpisah kepada Sekretaris Jenderal PBB dan Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia, Sekretaris Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Kehakiman Iran menuntut agar mereka menangani terorisme di Iran seperti mereka menanganinya di negara-negara seperti Prancis dan Austria. Ali Bagheri Kani menulis bahwa kelambanan atas tindakan teroris dan kriminal ini dan kegagalan untuk menyoroti dalam laporan PBB yang relevan akan mempertanyakan kredibilitas laporan tersebut dan dapat dianggap memberikan legitimasi untuk terorisme. Ini juga akan mengakibatkan penyebaran radikalisme dan terorisme lebih lanjut, yang memerlukan tanggung jawab internasional untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, tambahnya. Bagheri Kani juga mengingatkan sekretaris jenderal PBB tentang sikap jelas yang dia ambil terhadap tindakan teroris di negara lain termasuk Austria dan Prancis, menyerukan Antonio Guterres untuk menekankan perlunya kerja sama yang lebih besar antar negara untuk administrasi peradilan melawan teroris dan pada akhirnya menarik perhatian Majelis Umum dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas pembunuhan yang diatur oleh negara dan pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional sesuai dengan pelaksanaan Pasal 99 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam kerangka pemikiran dan pendekatan ini, konsep terorisme negara yang baru muncul dieksploitasi sebagai instrumen oleh kekuatan untuk memajukan kebijakan tidak sah dan ilegal yang pada akhirnya akan mengancam dan melanggar perdamaian, keamanan dan hak asasi manusia lebih dari kapan pun, "tambahnya dalam surat itu.(IT/TGM)